TERASJABAR.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Senin menyebut bahwa respons Teheran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung merupakan tawaran yang “murah hati dan bertanggung jawab”.
Ia juga menegaskan kembali bahwa Pakistan tetap memegang peran utama sebagai mediator dalam proses tersebut.
Baqaei menekankan bahwa Iran tidak meminta konsesi apa pun dari Washington, melainkan hanya menuntut penghentian perang serta berakhirnya tindakan yang ia sebut sebagai pembajakan terhadap kapal-kapal Iran di laut.
Menanggapi kemungkinan keterlibatan negara lain seperti Qatar dalam mediasi, ia menjelaskan bahwa Iran tetap menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, namun Pakistan masih menjadi mediator resmi yang menjalankan peran utamanya.
Negara lain, termasuk Qatar, disebut tetap memberikan pandangan dalam proses diplomasi yang berjalan.
Lebih lanjut, Baqaei menyatakan bahwa proses diplomatik memiliki mekanisme tersendiri dan seluruh pihak harus bertindak berdasarkan kepentingan nasional masing-masing.
Ia menegaskan bahwa Iran tetap membuka opsi perang jika diperlukan, namun juga akan memanfaatkan jalur diplomasi ketika dianggap menguntungkan.
Sebelumnya, Iran telah menyerahkan tanggapan resmi terhadap proposal terbaru AS melalui mediator Pakistan.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu respons militer dan gangguan di Selat Hormuz.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, meski perundingan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Perjanjian itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Donald Trump, membuka peluang bagi upaya diplomatik lanjutan, dengan Turki juga terus mendorong penyelesaian melalui dialog.-***
















