TERASJABAR.ID – Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, makan belum terasa lengkap tanpa nasi.
Namun, sebenarnya tujuan makan bukan hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi tubuh.
Meski berbagai makanan seperti martabak, pizza, bakso, gorengan, hingga mi ayam sudah dikonsumsi, banyak orang merasa belum “makan” jika belum menyantap nasi.
Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa nasi merupakan makanan pokok di Indonesia.
Tanaman padi yang menjadi bahan dasar beras tumbuh subur di tanah air, bahkan Indonesia pernah menjadi salah satu produsen beras terbesar di dunia.
Tidak hanya di Indonesia, beras juga menjadi makanan utama bagi lebih dari setengah populasi dunia.
Selain mengenyangkan dan rasanya yang lezat, beras mengandung berbagai nutrisi penting.
Dalam 100 gram beras terdapat energi, karbohidrat, protein, serta sejumlah vitamin dan mineral seperti vitamin B kompleks, kalsium, zat besi, magnesium, dan kalium yang bermanfaat bagi tubuh.
Beras sendiri memiliki beragam jenis, mulai dari bentuk panjang hingga bulat, serta warna putih, merah, cokelat, hitam, hingga ungu.
Namun, konsumsi nasi putih secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mengonsumsi nasi putih memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.
Karena itu, banyak orang mulai beralih ke pilihan yang lebih sehat, seperti beras merah atau mengombinasikan berbagai jenis biji-bijian dalam satu hidangan yang dikenal sebagai multi grain rice.
Menu ini biasanya terdiri dari campuran beras, kacang-kacangan, dan biji-bijian seperti jelai, millet, atau sorgum.
Selain lebih bervariasi, multi grain rice juga menawarkan manfaat kesehatan yang lebih baik.
Kandungan serat dan antioksidan di dalamnya dapat membantu menjaga kadar gula darah serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan, sehingga menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan nasi putih biasa.-***















