terasjabar.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Rabu, 18 Maret 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara

Herman by Herman
18 Mar 2026 03:29
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara


Oleh Ahmad Effendy Choirie
-Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia Untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS),
Anggota DPR/MPR RI 1999–2013
.

Idul Fitri bukan sekadar momentum ritual keagamaan yang menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadhan. Ia adalah titik kulminasi dari perjalanan spiritual yang sarat makna—kembali kepada fitrah, kepada kesucian jiwa, kepada kemanusiaan yang utuh. Dalam konteks Indonesia, Idul Fitri menemukan kekayaan ekspresinya melalui tradisi mudik, sebuah fenomena sosial-budaya yang unik, massif, dan penuh makna.

Mudik bukan hanya perpindahan fisik dari kota ke desa, dari perantauan ke kampung halaman. Ia adalah perjalanan batin—kerinduan kepada asal-usul, kepada orang tua, keluarga, dan akar sosial yang membentuk identitas kita. Dalam mudik, terdapat nilai silaturahim yang menjadi inti ajaran Islam. Rasulullah SAW menegaskan bahwa silaturahim dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Maka mudik, dalam perspektif ini, bukan sekadar tradisi, melainkan praktik keagamaan yang hidup dalam kebudayaan Nusantara.

Lebih dari itu, mudik juga mencerminkan struktur sosial-ekonomi bangsa. Arus balik manusia dari pusat-pusat ekonomi ke daerah menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan antara kota dan desa. Namun di sisi lain, mudik menghadirkan redistribusi ekonomi secara temporer. Perputaran uang di desa meningkat, usaha kecil menggeliat, dan kehidupan sosial kembali hidup. Dalam perspektif kesejahteraan sosial, ini adalah momentum yang perlu dikelola dan diperkuat menjadi strategi pembangunan yang berkeadilan.

Idul Fitri dan mudik juga menjadi medium syiar Islam yang khas Indonesia—Islam yang ramah, inklusif, dan berakar pada budaya lokal. Takbir berkumandang di seluruh penjuru negeri, dari masjid megah hingga surau kecil di pelosok desa. Tradisi halal bihalal memperkuat rekonsiliasi sosial, menghapus dendam, dan merajut kembali persaudaraan. Ini adalah wajah Islam Nusantara yang menekankan harmoni, kebersamaan, dan kemanusiaan.

Dalam konteks kebangsaan, Idul Fitri dan mudik adalah perekat sosial. Ia melampaui sekat-sekat politik, ekonomi, bahkan ideologi. Di tengah polarisasi yang kerap mengemuka, Idul Fitri menghadirkan ruang bersama untuk saling memaafkan dan memulai kembali. Inilah energi sosial yang sangat penting bagi keberlanjutan bangsa.

RELATED POSTS

Ramadhan dan Kondisi Pers Kita

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

Awas! Ini Dampak Buruk Jika Tidak Sahur Saat Puasa, Apa Saja?

Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!

Gak Perlu ke Dokter! Gini Cara Menyembuhkan Batuk Saat Puasa

ADVERTISEMENT

Namun demikian, tradisi mudik juga menghadirkan tantangan besar: kemacetan, kecelakaan, lonjakan harga, hingga tekanan pada infrastruktur. Negara dituntut hadir secara maksimal—menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran arus mudik. Lebih dari itu, negara perlu menjadikan fenomena ini sebagai basis perencanaan pembangunan yang lebih merata, agar mudik tidak lagi menjadi “ritual tahunan akibat ketimpangan”, melainkan pilihan kultural yang sehat dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, Idul Fitri, mudik, dan syiar Nusantara adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Ia adalah cermin dari wajah Islam Indonesia—yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga kaya secara kultural dan relevan secara sosial. Tugas kita bersama adalah menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai ini agar terus menjadi kekuatan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial: sejahtera untuk semua.

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Tags: Effendi choiripuasaRamadhan
ShareTweetSend

Related Posts

Ramadhan dan Kondisi Pers Kita
Berita Utama

Ramadhan dan Kondisi Pers Kita

16 Mar 2026 15:54
“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi
Berita Utama

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

15 Mar 2026 21:02
Awas! Ini Dampak Buruk Jika Tidak Sahur Saat Puasa, Apa Saja?
Lifestyle

Awas! Ini Dampak Buruk Jika Tidak Sahur Saat Puasa, Apa Saja?

14 Mar 2026 22:00
Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!
Lifestyle

Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Tubuh, Ternyata Sehat Banget!

14 Mar 2026 16:26
Gak Perlu ke Dokter! Gini Cara Menyembuhkan Batuk Saat Puasa
Lifestyle

Gak Perlu ke Dokter! Gini Cara Menyembuhkan Batuk Saat Puasa

12 Mar 2026 22:00
Sudah Tahu Belum, Ini Penyebab Sakit Tenggorokan Saat Puasa, Apa Saja?
Lifestyle

Sudah Tahu Belum, Ini Penyebab Sakit Tenggorokan Saat Puasa, Apa Saja?

12 Mar 2026 19:10
Next Post
Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Korban Kedua, Dalam Keadaan Tak Bernyawa

Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Korban Kedua, Dalam Keadaan Tak Bernyawa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

Tanpa Pengalaman, Yogya Group Bandung Gelar Loker Store Crew untuk Lulusan SMA SMK

12 Mar 2026 15:51
Tragis, Martin Ditemukan Tewas Diduga Terjun dari Lantai 17  Apartemen The Suites Metro Bandung

Tragis, Martin Ditemukan Tewas Diduga Terjun dari Lantai 17 Apartemen The Suites Metro Bandung

11 Mar 2026 19:57
Minimal SMP! Golden Lamian Bandung Buka Loker 3 Posisi Sekaligus

Minimal SMP! Golden Lamian Bandung Buka Loker 3 Posisi Sekaligus

11 Mar 2026 15:15
BURUAN DAFTAR! Ayam Bersih Berkah Bandung Adakan Loker Buat Lulusan SMA SMK

BURUAN DAFTAR! Ayam Bersih Berkah Bandung Adakan Loker Buat Lulusan SMA SMK

13 Mar 2026 14:00
Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Korban Kedua, Dalam Keadaan Tak Bernyawa

Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Korban Kedua, Dalam Keadaan Tak Bernyawa

0
Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara

Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara

0
Siraman Air Keras dan Aliran Fasisme

Siraman Air Keras dan Aliran Fasisme

0
Kurang Asupan Serat? Ini Risiko Penyakit yang Mengintai

Kurang Asupan Serat? Ini Risiko Penyakit yang Mengintai

0
Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Korban Kedua, Dalam Keadaan Tak Bernyawa

Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Korban Kedua, Dalam Keadaan Tak Bernyawa

18 Mar 2026 04:51
Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara

Idul Fitri, Tradisi Mudik, dan Syiar Nusantara

18 Mar 2026 03:29
Siraman Air Keras dan Aliran Fasisme

Siraman Air Keras dan Aliran Fasisme

18 Mar 2026 03:02
Langkah Perawatan di Rumah untuk Meredakan Gejala Chikungunya

Langkah Perawatan di Rumah untuk Meredakan Gejala Chikungunya

17 Mar 2026 23:58
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.