TERASJABAR.ID – Honda semakin serius mengembangkan teknologi baterai tukar melalui sistem Mobile Power Pack e:.
Dalam ajang ACT Expo pekan lalu, Honda mengumumkan rencana memasarkan sistem tersebut untuk kebutuhan komersial B2B mulai Juni 2026 di pasar Amerika Serikat.
Sebelumnya, teknologi baterai ini telah diperkenalkan dalam berbagai produk, mulai dari mesin pemotong rumput listrik, skuter listrik Honda di Indonesia, hingga kerja sama dengan Yamaha di Jepang.
Kini, Honda menilai sistem tersebut siap digunakan lebih luas di sektor industri.
Honda menargetkan Mobile Power Pack e: untuk membantu mengatasi sejumlah tantangan kendaraan listrik, seperti waktu pengisian daya yang lama, tingginya biaya baterai, serta potensi gangguan operasional akibat downtime.
Sistem ini dirancang untuk mendukung sektor konstruksi ringan, pertanian, pembangkit listrik, hingga penanganan material.
Perusahaan juga ingin menjadikan baterai portabel tersebut sebagai standar industri bagi berbagai peralatan ringan, baik untuk produk Honda maupun pabrikan lain.
Konsep ini menjadi bagian dari strategi “Honda eMaaS” yang menggabungkan layanan energi dan mobilitas dalam satu ekosistem.
Baterai Mobile Power Pack e: dibuat dengan desain kokoh, tahan benturan, tahan air, panas, hingga gelombang elektromagnetik.
Meski demikian, bobotnya tetap ringan, sekitar 20 pon, sehingga mudah dipindahkan dan digunakan sebagai sumber daya portabel.
Keunggulan lain terletak pada stasiun penukaran baterainya yang dirancang menyerupai mesin penjual otomatis.
Pengguna nantinya cukup menukar baterai kosong dengan unit yang sudah terisi penuh di lokasi tertentu.
Honda juga berencana menghubungkan stasiun penukaran tersebut langsung ke jaringan listrik.
Sistem ini memungkinkan penyimpanan energi saat beban rendah dan menyalurkannya kembali ketika permintaan listrik meningkat, sehingga membantu menjaga stabilitas jaringan sekaligus menekan biaya energi.-***
















