Meski sorotan utama tertuju pada Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Lewotowok—yang berjarak hanya beberapa kilometer darinya—juga menunjukkan tanda-tanda aktivitas, meskipun tidak seintens “saudara laki-lakinya”.
Lewotowok, yang secara historis lebih jarang erupsi dibandingkan Lewotobi Laki-laki, tetap berada dalam status pengawasan ketat oleh PVMBG.
Data terbaru menunjukkan adanya gempa-gempa kecil dan emisi asap tipis dari kawahnya, mengindikasikan potensi aktivitas vulkanik yang bisa meningkat kapan saja.
- Tanggulangi Banjir Bandang di Desa Panyadap Solokanjeruk, Kang DS: Segera Normalisasi Sungai Cisunggalah Secara Manual
- Tragis, Seorang Pemotor Tewas Tergilas Trailer di Jalan Bandung-Garut
- Anggota DPRD Kabupaten Bandung Hadiat Santuni Anak Yatim dan Jompo, Tawarkan Program Bapak Asuh
- “Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi
- Lahan 3 Hektar di Cimenyan Kab. Bandung Diamuk Api, Ini Dugaan Asal “si Jago Merah”
Kedua gunung ini terletak di sistem vulkanik yang sama, sehingga aktivitas salah satunya sering kali memengaruhi yang lain.
Pada masa lalu, erupsi besar Lewotobi Laki-laki kerap diikuti oleh peningkatan aktivitas di Lewotowok, meskipun tidak selalu mencapai skala yang sama.
Untuk saat ini, status Lewotowok masih berada di Level II (Waspada), namun warga di sekitar kedua gunung diminta tetap siaga mengingat potensi banjir lahar hujan jika intensitas hujan meningkat.
















