TERASJABAR.ID – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akan menggelar pemungutan suara penting pada Senin untuk memilih presiden baru yang akan memimpin arah sepak bola Italia dalam beberapa tahun ke depan.
Dua kandidat yang bersaing dalam pemilihan ini adalah Giancarlo Abete dan Giovanni Malago.
Pemilihan tersebut digelar setelah Gabriele Gravina memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Presiden FIGC menyusul kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia.
Kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina pada laga final play-off pada Maret lalu membuat Gli Azzurri absen dari putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Dampak dari kegagalan itu juga memicu perubahan besar di tubuh tim nasional.
Pelatih kepala Gennaro Gattuso memilih mundur dari jabatannya, sementara Gianluigi Buffon yang menjabat sebagai ketua delegasi timnas juga meninggalkan posisinya.
Hingga kini, FIGC masih menunggu terpilihnya presiden baru sebelum menetapkan pengganti permanen untuk sejumlah posisi penting tersebut.
Pemungutan suara akan berlangsung di Hotel Cavalieri Waldorf Astoria, Roma.
Giovanni Malago, yang pernah memimpin Komite Olimpiade Italia (CONI) dari 2013 hingga 2025, disebut sebagai kandidat unggulan.
Sementara itu, Giancarlo Abete, Presiden Liga Amatir Nasional (LND), berupaya kembali memimpin FIGC setelah sebelumnya menjabat pada periode 2007 hingga 2014.
Sebanyak 516 suara akan menentukan hasil pemilihan.
Kandidat yang berhasil meraih lebih dari 50 persen suara ditambah satu suara akan resmi terpilih sebagai Presiden FIGC yang baru.
Sebelum pemungutan suara dilakukan secara elektronik dan rahasia, kedua kandidat dijadwalkan memaparkan visi serta program kerja mereka di hadapan Majelis FIGC.-***











