Ia menambahkan budaya kolaborasi startup Bandung semakin matang.
Event komunitas akhir tahun diikuti sekitar 12.000 peserta daring.
Sejumlah startup juga mulai menyusun sustainability report sebagai strategi bertahan dan tumbuh.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Garuda Spark dirancang sebagai jawaban atas kompleksitas tantangan industri startup.
“Di Bandung, Garuda Spark sudah berjalan tiga bulan. Sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dilahirkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional seperti NUS Singapura,” ujarnya.
Menurut Meutya, kekuatan utama Garuda Spark terletak pada pendekatan ekosistem yang mempertemukan startup, investor, komunitas, dan pemerintah dalam satu ruang kolaborasi.
“Startup lokal perlu ruang untuk saling belajar dan tumbuh. Kolaborasi ini memberi kepercayaan diri agar mereka bisa bertahan dan berkembang,” katanya.
Meutya menyebut Bandung sebagai rujukan nasional pengembangan startup berbasis kolaborasi.
Pemerintah berharap model ini menginspirasi daerah lain dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.***

















