TERASJABAR.ID – Ford Motor Company resmi meluncurkan anak perusahaan baru bernama Ford Energy yang akan fokus memproduksi serta menjual sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) rakitan Amerika Serikat.
Unit bisnis ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan utilitas, pusat data, hingga sektor industri berskala besar.
Ford Energy menargetkan kapasitas produksi penyimpanan energi mencapai 20 GWh per tahun dari fasilitas manufakturnya di Kentucky.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Ford mengalihkan kapasitas produksi baterai kendaraan listrik yang berlebih ke pasar penyimpanan energi jaringan listrik yang kini berkembang sangat cepat.
Sebelumnya, Ford telah mengisyaratkan perubahan arah bisnis ini setelah permintaan baterai kendaraan listrik dinilai belum mampu menyerap kapasitas produksi yang sudah dibangun perusahaan.
Situasi tersebut juga terjadi setelah berakhirnya kerja sama BlueOval SK antara Ford dan SK On.
Presiden Ford Energy, Lisa Drake, menyebut perusahaan telah mempersiapkan proyek tersebut selama hampir satu tahun, termasuk penguatan rantai pasok, kesiapan fasilitas produksi, serta penyesuaian teknologi untuk kebutuhan penyimpanan energi domestik.
Produk utama Ford Energy adalah sistem penyimpanan energi berbentuk kontainer 20 kaki bernama DC Block.
Sistem ini menggunakan baterai LFP atau lithium iron phosphate yang dikenal memiliki stabilitas termal lebih baik dan usia pakai lebih panjang.
Ford menghadirkan dua varian, yakni FE-250 dan FE-450, dengan kapasitas energi hingga 5,45 MWh.
Produk tersebut dirancang untuk beroperasi dalam kondisi ekstrem dan diproyeksikan memiliki masa pakai hingga 20 tahun.
Melalui langkah ini, Ford akan bersaing langsung dengan Tesla, Inc. yang saat ini mendominasi pasar penyimpanan energi global melalui produk Megapack.-***









