BMKG menegaskan bahwa efektivitas peringatan dini sangat ditentukan oleh rantai informasi yang utuh, mulai dari observasi dan monitoring, pengolahan data dan pemodelan, diseminasi informasi, hingga respons nyata dari pemerintah dan masyarakat.
Melalui kerja sama ini, BMKG berharap dapat memperkuat basis sains, meningkatkan kapasitas keahlian, serta mempercepat adopsi inovasi teknologi dari riset ke operasional (research to operation, operation to research).
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BMKG dalam memperkuat ketahanan masyarakat Indonesia terhadap risiko cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di masa mendatang, sekaligus memastikan bahwa setiap peringatan dini benar-benar bermuara pada aksi nyata di lapangan.***















