terasjabar.id
Kamis, 8 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Kamis, 8 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Disinformasi Fitnah dan Kebencian Berpotensi Jadi Alat Pengganggu Negara

Herman by Herman
7 Jan 2026 05:23
in Berita Utama, News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Disinformasi Fitnah dan Kebencian  Berpotensi Jadi Alat Pengganggu Negara

TERASJABAR. ID – Evident Institute menilai Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian pada tahun 2026 berpotensi digunakan secara sistematis untuk menghambat eksekusi kebijakan dan program strategis negara terutama pada momen fiskal krusial.

“Dalam konteks ini, Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) tidak lagi dapat diperlakukan sebagai isu komunikasi semata, melainkan sebagai risiko struktural terhadap stabilitas ekspektasi publik dan kepercayaan ekonomi,” tutur Rijadh Djatu Winardi, Direktur Ekonomi Evident Institute pada Selasa (6/1).

Dalam Konferensi Pers Kaleidoskop Kebohongan Publik 2025 dan Tantangan 2026: Pola Isu, Target, dan Medium Persebaran tersebut Evident Institute memperkirakan tahun 2026 menandai pergeseran dari fase konsolidasi menuju fase perang narasi yang lebih terstruktur dan instrumentalis setelah pada tahun 2025, DFK masih berfungsi sebagai kebisingan yang terfragmentasi.

ADVERTISEMENT

Prediksi DFK 2026 didapat melalui telaah data terbuka DFK yang terdokumentasi sepanjang tahun 2025 disandingkan dengan data variabel ekonomi tertentu dan index ekonomi. Sementara proyeksi isu DFK tahun 2026 dihitung menggunakan pendekatan hibrida yang mengkombinasikan Regresi Linear dan metode Prophet.

RELATED POSTS

Menkomdigi Minta Pemda Aktif Tangkal Disinformasi Kesehatan, Ini Penjelasannya

Melalui proses tersebut Evident Institute menilai kebutuhan utama pada 2026 bukan sekadar respons terhadap DFK tetapi kapasitas mitigasi yang presisi. Pemantauan DFK harus diposisikan sebagai early warning system yang mampu mendeteksi friksi informasi sebelum berubah menjadi kepanikan kolektif.

“Akurasi dan ketepatan waktu menjadi kunci, terutama pada platform dengan daya jangkau terbesar yakni Facebook dan TikTok. Dalam pemantauan sepanjang tahun 2025, secara empiris kami mendapati keduanya paling berpengaruh dalam membentuk persepsi publik selama periode sensitif seperti Juli–Agustus,” tuturnya.

Page 1 of 3
123Next
Tags: DisinformasiFitnahKebencian
ShareTweetSend

Related Posts

Menkomdigi Minta Pemda Aktif Tangkal Disinformasi Kesehatan, Ini Penjelasannya
News

Menkomdigi Minta Pemda Aktif Tangkal Disinformasi Kesehatan, Ini Penjelasannya

22 Nov 2025 16:18
Next Post
Dua Pakar Hukum Soroti Proyek PJU di Jabar yang Diduga di Mark Up, Minta Kejaksaan Segera Ungkap Pelakunya

Dua Pakar Hukum Soroti Proyek PJU di Jabar yang Diduga di Mark Up, Minta Kejaksaan Segera Ungkap Pelakunya

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Selasa 9 September 2025: Ada Galeri 24, Antam dan UBS

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Rabu 7 Januari 2026: Galeri 24 dan UBS Stabil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SKAK MAT PAK MENTERI KEHUTANAN

SKAK MAT PAK MENTERI KEHUTANAN

31 Des 2025 05:37
Desa Pandawangi Akhirnya Resmi Jadi Desa Baru Pemekaran dari Desa Cinunuk

Desa Pandawangi Akhirnya Resmi Jadi Desa Baru Pemekaran dari Desa Cinunuk

1 Jan 2026 12:12
Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

5 Jan 2026 15:46
Mengenal Sugianto Nelayan asal Indramayu yang Dapat Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

Mengenal Sugianto Nelayan asal Indramayu yang Dapat Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

5 Jan 2026 20:06
Sopir Angkot Tabrak Pedagang Lotek, Melarikan Diri Akhirnya Ditangkap Polisi

Sopir Angkot Tabrak Pedagang Lotek, Melarikan Diri Akhirnya Ditangkap Polisi

0
AC Milan Cari Opsi Pertahanan, Joe Gomez Jadi pilihan

AC Milan Cari Opsi Pertahanan, Joe Gomez Jadi pilihan

0
Pelatih Anyar Chelsea Kenang Masa Kerja Bersama Tiga Pilar Chelsea

Pelatih Anyar Chelsea Kenang Masa Kerja Bersama Tiga Pilar Chelsea

0
Peti Kemas di Pelabuhan

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Meningkat, Ini Respons BI

0
Sopir Angkot Tabrak Pedagang Lotek, Melarikan Diri Akhirnya Ditangkap Polisi

Sopir Angkot Tabrak Pedagang Lotek, Melarikan Diri Akhirnya Ditangkap Polisi

8 Jan 2026 06:24
AC Milan Cari Opsi Pertahanan, Joe Gomez Jadi pilihan

AC Milan Cari Opsi Pertahanan, Joe Gomez Jadi pilihan

8 Jan 2026 00:54
Pelatih Anyar Chelsea Kenang Masa Kerja Bersama Tiga Pilar Chelsea

Pelatih Anyar Chelsea Kenang Masa Kerja Bersama Tiga Pilar Chelsea

8 Jan 2026 00:32
Peti Kemas di Pelabuhan

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Meningkat, Ini Respons BI

7 Jan 2026 23:19
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.