TERASJABAR.ID – Cedera Anterior Cruciate Ligament Injury atau ACL menjadi salah satu cedera lutut yang paling sering dialami, terutama oleh atlet dan individu dengan aktivitas fisik tinggi.
Cedera ini terjadi pada ligamen utama di bagian tengah lutut yang berfungsi menjaga stabilitas sendi dan menghubungkan tulang paha dengan tulang kering.
Berdasarkan data dari Rumah Sakit Ortopedi Soeharso Kementerian Kesehatan, prevalensi cedera ACL mencapai 32 hingga 78 kasus per 100 ribu orang per tahun.
Angka tersebut menempatkan ACL sebagai salah satu jenis cedera dengan tingkat kejadian tertinggi setelah cedera punggung.
Cedera ACL umumnya disebabkan oleh gerakan fisik yang mendadak, seperti perubahan arah secara cepat, berhenti tiba-tiba saat berlari, hingga kesalahan saat mendarat setelah melompat.
Selain itu, benturan langsung pada lutut maupun kondisi hiperekstensi juga dapat menyebabkan robekan ligamen.
Sejumlah faktor turut meningkatkan risiko cedera ini, di antaranya kondisi anatomi tubuh, kelemahan otot, kelelahan fisik, hingga penggunaan alas kaki yang tidak sesuai.
Atlet wanita bahkan disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera ACL dibanding pria akibat faktor hormonal dan struktur tubuh.
Gejala ACL biasanya muncul secara langsung setelah cedera terjadi.
Salah satu tanda paling khas adalah munculnya bunyi “pop” pada lutut saat ligamen robek.
Penderita juga dapat mengalami pembengkakan cepat, nyeri, serta sensasi lutut terasa tidak stabil ketika digunakan berjalan atau menopang tubuh.
Untuk mengurangi risiko cedera ACL, para ahli menyarankan latihan penguatan otot paha dan inti tubuh, latihan keseimbangan, pemanasan dinamis, serta penggunaan perlengkapan olahraga yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Sementara itu, penanganan cedera ACL bergantung pada tingkat keparahan cedera.
Pada tahap awal, metode RICE atau Rest, Ice, Compression, dan Elevation menjadi langkah pertolongan pertama.
Untuk robekan ringan, fisioterapi dapat membantu pemulihan fungsi lutut.
Namun pada kasus ligamen putus total, tindakan operasi rekonstruksi sering menjadi pilihan utama.-***










