TERASJABAR.ID – Ngiler saat tidur sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi.
Kondisi ini biasanya muncul karena posisi tidur yang membuat mulut terbuka atau karena tidur tengkurap maupun miring, sehingga air liur lebih mudah keluar.
Saat terlelap, kelenjar ludah tetap aktif memproduksi air liur untuk menjaga kelembapan mulut.
Namun, pada kondisi tertentu seperti iritasi saluran pernapasan atau refluks asam lambung (GERD), produksi air liur bisa meningkat dan menyebabkan ngiler berlebihan.
Meski tergolong normal, ngiler dapat menimbulkan rasa kurang nyaman, terlebih jika tidur bersama orang lain.
Selain itu, bantal dan kasur bisa menjadi basah serta menimbulkan bau tidak sedap.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
Pertama, ubah posisi tidur menjadi telentang agar air liur tidak mudah mengalir keluar.
Gunakan bantal secukupnya supaya leher tetap nyaman.
Kedua, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan minum sekitar 2 liter air per hari agar mulut tidak terlalu kering yang dapat memicu produksi air liur berlebih.
Ketiga, jaga kualitas udara kamar, misalnya dengan air purifier dan hindari hembusan AC atau kipas langsung ke wajah.
Selain itu, beri jarak 1–2 jam antara waktu makan dan tidur guna mencegah naiknya asam lambung.
Rutin menyikat gigi serta menggunakan obat kumur sebelum tidur juga membantu menjaga kebersihan mulut.
Terakhir, atasi alergi atau flu yang menyebabkan hidung tersumbat agar tidak bernapas melalui mulut saat tidur.
Jika ngiler terjadi berlebihan dan disertai keluhan lain, sebaiknya periksakan diri ke dokter.- ***










