terasjabar.id
Sabtu, 28 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 28 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home News

Biaya Siluman dan Pungutan Ilegal, Faktor yang Membuat Upah Buruh Tak Kunjung Naik

Eka Purwanto by Eka Purwanto
30 Agu 2025 07:12
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Biaya Siluman dan Pungutan Ilegal, Faktor yang Membuat Upah Buruh Tak Kunjung Naik

Adian Napitupulu.

TERASJABAR.ID – Sekitar 30% dari biaya produksi di Indonesia kerap habis untuk apa yang disebut sebagai biaya siluman.

ADVERTISEMENT

Bentuknya macam-macam. Ketika pejabat ulang tahun ada setoran, istri dan anak pejabat pun minta setoran, belum lagi saat mereka liburan, hingga berbagai pungutan saat mengurus izin mendirikan pabrik, izin tenaga kerja, atau izin lainnya.

Semua itu ujung-ujungnya dibebankan kepada pengusaha.

Demikian dikatakan Adian Napitupulu dalam YouTube Rakyat Bersuara, Inews yang tayang 29 Agustus 2025, (Kacau! 30 Persen Biaya Produksi Pabrik Untuk Ulang Tahun Hingga Liburan Pejabat, Bukan Untuk Buruh).

Untuk menutup biaya tambahan tersebut, menurut Adian, pengusaha biasanya mengambil jalan pintas dengan menekan titik terlemah: yaitu buruh.

BACA JUGA: Insiden Ojol Tewas, Ombudsman RI Tekankan Profesionalisme Aparat dalam Pengamanan Aksi Unjuk Rasa

Upah buruh ditekan serendah mungkin agar ongkos produksi tetap terkendali.

Padahal, bila praktik pungutan dan biaya siluman ini bisa diberantas, maka secara otomatis ada ruang bagi kenaikan upah buruh hingga potensial 30%.

Hal ini bukan sekadar wacana baru. Almarhum Munir sejak tahun 1990-an sudah meneliti fenomena tersebut, khususnya di Surabaya.

RELATED POSTS

No Content Available

Ia menyoroti bagaimana pungutan liar dalam rantai produksi membuat beban pengusaha semakin berat, dan akhirnya buruh yang dikorbankan.

Perbandingan paling nyata bisa dilihat dengan Malaysia.

Buruh sawit di sana bisa mendapat gaji lebih tinggi hingga Rp3 juta dibanding buruh di Indonesia, padahal kondisi perkebunannya sama—mulai dari jenis tanaman, pupuk, hingga produknya.

Bedanya, di Malaysia tidak ada pemerasan dalam bentuk biaya siluman terhadap pengusaha.

Oleh karena itu, kasus terbaru yang mencuat sekarang seharusnya tidak berhenti hanya sebagai isu politik atau gosip seputar tokoh tertentu.

Yang lebih penting adalah menjadikan momentum ini sebagai pembelajaran bersama.

“Jika biaya-biaya siluman bisa dihapus, maka buruh akan lebih sejahtera, upah akan meningkat, dan kehidupan pekerja di Indonesia bisa berubah lebih baik” pungkasnya.-***

Tags: Biaya SilumanPungutan IlegalUpah Buruh. Tak Naik
ShareTweetSend

Related Posts

No Content Available
Next Post
YOGYA MEMBARA! Sri Sultan Hamengku Buwono X Turun Langsung Redakan Aksi di Mapolda DIY

YOGYA MEMBARA! Sri Sultan Hamengku Buwono X Turun Langsung Redakan Aksi di Mapolda DIY

5 Kg Hanya Rp 60.000! Warga Cibeunying Kidul Antusias Ikut Program Beras Murah

5 Kg Hanya Rp 60.000! Warga Cibeunying Kidul Antusias Ikut Program Beras Murah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Besar-Besaran! Mie Gacoan Jawa Barat Adakan Loker untuk Tamatan SMA dan SMK

Besar-Besaran! Mie Gacoan Jawa Barat Adakan Loker untuk Tamatan SMA dan SMK

21 Feb 2026 15:54
Persib Bandung Gelar Loker Terbaru, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Persib Bandung Gelar Loker Terbaru, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

22 Feb 2026 15:20
FRESH GRADUATE MERAPAT! Indomaret Bandung Buka Loker Gede-Gedean Buat Lulusan SMA SMK

FRESH GRADUATE MERAPAT! Indomaret Bandung Buka Loker Gede-Gedean Buat Lulusan SMA SMK

18 Feb 2026 16:00
BARU! Alfamart Bandung dan Sekitarnya Gelar Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

BARU! Alfamart Bandung dan Sekitarnya Gelar Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

22 Feb 2026 16:27
Ngabuburit Di Simpang Empat Purwawinangun sambil Berburu Takjil

Ngabuburit Di Simpang Empat Purwawinangun sambil Berburu Takjil

0
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

0
Duh, Menu MBG di Cileunyi Ada Kacang Bulu dan Ubi untuk Balita, Layakkah?

Duh, Menu MBG di Cileunyi Ada Kacang Bulu dan Ubi untuk Balita, Layakkah?

0
Mendikdasmen dan Basarnas Tandatangani Nota Kesepahaman tentang Keselamatan Diri

Mendikdasmen dan Basarnas Tandatangani Nota Kesepahaman tentang Keselamatan Diri

0
Ngabuburit Di Simpang Empat Purwawinangun sambil Berburu Takjil

Ngabuburit Di Simpang Empat Purwawinangun sambil Berburu Takjil

27 Feb 2026 23:25
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

27 Feb 2026 23:11
Duh, Menu MBG di Cileunyi Ada Kacang Bulu dan Ubi untuk Balita, Layakkah?

Duh, Menu MBG di Cileunyi Ada Kacang Bulu dan Ubi untuk Balita, Layakkah?

27 Feb 2026 23:02
Mendikdasmen dan Basarnas Tandatangani Nota Kesepahaman tentang Keselamatan Diri

Mendikdasmen dan Basarnas Tandatangani Nota Kesepahaman tentang Keselamatan Diri

27 Feb 2026 22:44
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.