TERASJABAR.ID – Janji manis kerja di pabrik berujung pahit. Polsek Cibatu Polres Garut membongkar kasus penipuan berkedok rekrutmen PT Ultimate Noble Indonesia (UNI) Cibatu. Empat korban sudah melapor dengan total kerugian jutaan rupiah. Polisi menyebut korban lain kemungkinan masih banyak.
Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif, S.H., mengungkapkan, kasus ini bermula dari postingan di Facebook pada awal April 2026. Akun Facebook Lite bernama Tri Herdiansyah menawarkan bantuan agar bisa masuk kerja ke perusahaan besar di Cibatu.
“Pelaku tebar pesona, katanya bisa bantu masuk kerja. Korban yang butuh pekerjaan langsung terpancing,” ujar AKP Amirudin.
Komunikasi berlanjut lewat inbox Facebook, lalu pindah ke WhatsApp. Di titik inilah jebakan dimulai. Pelaku meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi dan proses penerimaan agar cepat diterima kerja.
Agar korban makin yakin, pelaku menggunakan senjata pamungkas yakni menggunakan email palsu yang mengatasnamakan PT Ultimate Noble Indonesia. Korban percaya, uang pun mengalir.
“Pembayaran dilakukan melalui rekening bank dan aplikasi dana atas nama Taufik Hidayat,” ungkap Kapolsek.
Namun setelah uang ditransfer secara bertahap hingga jutaan rupiah, pekerjaan yang dijanjikan hanya angin surga. Sebulan berlalu, tak ada panggilan kerja. Tak ada kontrak. Tak ada kejelasan. Nomor WhatsApp pelaku pun makin sulit dihubungi.
Akhirnya empat warga Cibatu melaporkan kasus ini ke Polsek Cibatu. Terduga pelaku berinisial TH (25) warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.
“Kami telah menerima laporan korban, mengumpulkan barang bukti, mendata saksi, dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Garut untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini masih dalam pendalaman,” tegas AKP Amirudin.
Kapolsek mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya modus lowongan kerja palsu di media sosial yang kini marak terjadi. “Kalau ada yang minta uang duluan dengan janji kerja, itu 99% penipuan. Pastikan cek langsung ke perusahaan resminya,” tegasnya.
Polisi juga membuka kemungkinan masih ada korban lain yang belum melapor. “Diduga korban TH tak cuma empat orang. Kami persilakan korban lain untuk melapor ke Polsek Cibatu,” tambah Kapolsek.*












