TERASJABAR.ID – Sebagian orang meyakini bahwa gula batu memiliki manfaat yang lebih baik dibandingkan jenis gula lainnya.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, namun tetap perlu diingat bahwa konsumsi gula batu yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Gula batu banyak digunakan di berbagai negara Asia sebagai pemanis minuman maupun hidangan penutup.
Pemanis ini dibuat melalui proses pemanasan larutan gula dan air hingga mengeras dan membentuk kristal.
Bahan dasarnya dapat berasal dari gula tebu maupun gula merah.
Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, gula batu dapat memberikan beberapa manfaat bagi tubuh.
Salah satunya adalah membantu mengembalikan energi dengan cepat.
Hal ini karena gula batu termasuk karbohidrat sederhana yang mudah dipecah dan segera digunakan tubuh sebagai sumber energi.
Selain itu, dalam takaran yang sama, kandungan kalori gula batu cenderung lebih rendah dibandingkan gula pasir.
Proses pembuatannya yang melibatkan air membuat tingkat kalorinya menurun.
Rasa manisnya pun lebih ringan, sehingga cocok bagi orang yang tidak menyukai rasa manis berlebihan.
Meski demikian, konsumsi gula batu secara berlebihan tetap berisiko.
Beberapa dampak yang dapat muncul antara lain masalah kesehatan gigi, peningkatan berat badan hingga obesitas, gangguan daya ingat, masalah kulit, serta penurunan fungsi hati dan ginjal.
Risiko penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung juga bisa meningkat.
Oleh karena itu, penggunaan gula batu sebaiknya dibatasi.
Asupan gula harian yang dianjurkan maksimal sekitar 30 gram atau setara tujuh kubus gula batu.
Jika sulit mengendalikan konsumsi gula atau muncul keluhan kesehatan, sebaiknya konsultasikan ke dokter.-***

















