Secara terpisah, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik, baik di Jakarta maupun di berbagai wilayah lain seperti Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga pelosok daerah lainnya di Indonesia.
Seluruh proses distribusi akan digerakkan melalui jaringan BAZNAS yang telah hadir di 514 kabupaten/kota.
Kiai Noor juga mengajak masyarakat untuk segera menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS agar penyalurannya lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak pemberdayaan yang lebih luas bagi umat.
“Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS, kami pastikan diteruskan kepada delapan asnaf yang membutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Penyaluran UPZ dan CSR BAZNAS RI, dr. Ajat Sudarjat, MA, mengungkapkan pembelian beras dari petani mustahik mampu meningkatkan pendapatan mereka hingga sekitar 60 persen.
“Artinya, zakat fitrah tidak hanya membantu penerima, tetapi juga memberdayakan petani dan menggerakkan ekonomi desa. Ada peningkatan kesejahteraan dan perputaran ekonomi di desa. Ini yang paling penting, zakat fitrah bisa menguatkan Indonesia, terutama di pedesaan,” ujar Ajat.
“Sedangkan untuk pendistribusiannya dijadwalkan mulai pekan depan ke sejumlah kabupaten/kota seluruh di Indonesia,” lanjutnya.***
















