TERASJABAR.ID – Cristian Chivu mengungkapkan bahwa dirinya pernah merasa posisinya sebagai pelatih Inter Milan berada dalam ancaman setelah tim mengalami kekalahan di Serie A dari Udinese dan Juventus pada September lalu.
Menurut Chivu, hasil buruk tersebut sempat membuatnya berpikir bahwa manajemen klub bisa saja mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja samanya lebih cepat.
Meski demikian, pelatih asal Rumania itu mampu membalikkan keadaan dan membawa Inter menjalani musim yang sangat sukses.
Dalam musim penuh pertamanya sebagai pelatih di kasta tertinggi sepak bola Italia, Chivu berhasil mempersembahkan dua gelar bergengsi bagi Nerazzurri, yakni Scudetto dan Coppa Italia musim 2025-26.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Inter tetap mampu bangkit setelah melewati periode sulit pada awal kompetisi.
Chivu juga menegaskan bahwa Liga Champions tidak boleh menjadi obsesi yang berlebihan bagi klub.
Ia menilai fokus utama tim harus tetap menjaga konsistensi di semua kompetisi, karena mengejar satu target secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan performa tim sepanjang musim.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa tantangan pada musim mendatang akan jauh lebih berat karena Inter kini datang dengan status juara yang akan menjadi sasaran utama para rival.
Keberhasilan Chivu mendapat apresiasi besar dari Presiden Inter, Beppe Marotta.
Marotta bahkan memberikan pujian tinggi kepada sang pelatih dan menyatakan bahwa Chivu berpotensi bertahan di klub lebih lama daripada dirinya sendiri, sebuah pernyataan yang mencerminkan besarnya kepercayaan manajemen terhadap sang pelatih.-***

















