Sarwo memastikan pemerintah sudah siap menjalankan program prorakyat tersebut. Bapanas pun telah meminta dukungan Kementerian Dalam Negeri agar perangkat pemerintah daerah, mulai dari provinsi, kabupaten/kota sampai desa, dapat turut pula membantu keberhasilan penyaluran.
“Sementara ini, pihak Badan Pangan Nasional belum ada kendala. Kita menyalurkan sesuai dengan data dari Kementerian Sosial. Kemudian di tingkat lapangan juga ada verifikasi dari Dinas Ketahanan Pangan yang merupakan kepanjangan tangan dari Badan Pangan Nasional bersama Bulog,” ujar dia.
“Kami juga sudah berkirim surat ke Kementerian Dalam Negeri untuk ikut mengawal bantuan pangan ini sampai ke tingkat desa. Artinya perangkat-perangkat desa pun ikut mengawal bantuan ini supaya tepat sasaran,” ungkap Sarwo.
Adapun program bantuan pangan beras dan minyak goreng di awal tahun 2026 ini dialokasikan untuk Februari dan Maret. Walakin, dikarenakan terdapat prosedur anggaran yang harus ditempuh Bapanas, sehingga akhir Februari anggaran pelaksanaan program pun telah tersedia.
Bapanas pun terus mendorong Bulog untuk dapat memulai salur program bantuan pangan beras dan minyak goreng dengan total target hingga 33,2 keluarga penerima manfaat (KPM). Program baik ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih terbantu.
Terpisah, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian memastikan persiapan pelaksanaan program ini telah komplet. Kalau terkait kebutuhan rakyat, Amran mengaku selalu menyiapkannya secara cepat tanpa memakan waktu berlarut-larut.
“Saya sudah tanda tangan untuk 33,2 juta orang. Ini perintah Bapak Presiden untuk meringankan beban saudara-saudara kita di bulan suci Ramadan. Pokoknya sudah beres. Semua kebutuhan rakyat tidak boleh tinggal bermalam di meja saya,” ucapnya.
Adapun dengan target penerima 33.244.408 KPM, secara kuantitas untuk penyaluran 2 bulan secara sekaligus tersebut, Bulog akan mengeluarkan stok beras sejumlah 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter.
Dalam catatan Bapanas, posisi stok sampai 5 Maret, Bulog mengelola beras sebanyak 3,7 juta ton dan minyak goreng sebanyak 25 ribu kiloliter.***
















