Selanjutnya, program pelatihan vokasi digelar di 7 Balai Diklat Industri (BDI), yang mencakup pelatihan skilling, reskilling, upskilling, serta pelatihan berbasis kemitraan dengan industri.
Sepanjang Tahun 2025, BPSDMI telah melatih, mensertifikasi dan menempatkan bekerja sebanyak 1.362 orang melalui pelatihan skilling, upskilling, dan reskilling.
Kemenperin juga aktif mendukung Program Magang Nasional sebagai upaya mempercepat penyiapan tenaga kerja muda sebelum memasuki dunia industri.
Pada program ini, sebanyak 3.969 calon tenaga kerja dari total kuota, telah difasilitasi pada berbagai perusahaan industri dan instansi di lingkungan Kemenperin.
Tak hanya menyiapkan tenaga kerja siap kerja, BPSDMI juga mendorong lahirnya wirausaha industri baru melalui program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri.
Sepanjang tahun lalu, program ini berhasil membina 37 tenant bisnis yang berpusat di 7 BDI. Perusahaan-perusahaan rintisan ini secara total berhasil menyerap 212 karyawan baru dan mencetak total omzet fantastis mencapai Rp11,5 Miliar.
Sejalan dengan program Making Indonesia 4.0, BPSDMI melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 juga menyelenggarakan berbagai pelatihan berbasis industri 4.0. Selain itu, pendampingan dan konsultasi implementasi industri 4.0 juga diberikan kepada sejumlah perusahaan industri untuk mempercepat transformasi digital.
“Bahkan, dalam rangka mendukung pengembangan karier tenaga kerja industri, BPSDMI telah bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri,” ungkap Menperin.
















