TERASJABAR.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin bersama BPJS Kesehatan Cabang Cikarang mendorong perluasan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Program Donasi JKN yang melibatkan dunia usaha.
Hal ini sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan masyarakat melalui skema gotong royong lintas sektor.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta pelaku usaha yang memiliki potensi kontribusi dalam pembiayaan kepesertaan JKN secara kolaboratif.
Sekda Kabupaten Bekasi Endin Samsudin menyatakan penguatan kolaborasi ini menjadi strategi penting di tengah penyesuaian fiskal daerah agar pembiayaan jaminan kesehatan tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.
Ia menegaskan sinergi pemerintah, BPJS, dan dunia usaha dibutuhkan untuk memastikan layanan kesehatan masyarakat tetap terlindungi.
“Ini adalah kolaborasi antara pemerintah, BPJS, dan dunia usaha. Dalam rangka efisiensi anggaran, kami terus mendorong sinergi ini agar pembiayaan JKN dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Endin Samsudin, belum lama ini.
Ia menjelaskan sebagian pembiayaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sebelumnya ditanggung APBD kini mengalami penyesuaian dengan dukungan APBN, sehingga diperlukan keterlibatan sektor swasta.
Kabupaten Bekasi tercatat memiliki sekitar 8.000 perusahaan, dengan 2.500 di antaranya kategori menengah hingga besar yang diharapkan dapat berpartisipasi dalam program donasi JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang Erwin Fadillah menyebut program tersebut merupakan optimalisasi kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan kepesertaan JKN di tengah dinamika fiskal daerah.
Ia menjelaskan hingga saat ini sekitar 28 badan usaha telah menandatangani kerja sama dalam program donasi JKN.
Skema kontribusi perusahaan ditetapkan minimal 10 kepala keluarga atau sekitar 100 peserta dengan iuran sekitar Rp35 ribu per peserta per bulan atau sekitar Rp42 juta per tahun untuk 100 peserta.
Erwin menambahkan program ini juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) sekaligus meningkatkan citra kepedulian sosial dunia usaha.
Ia menilai manfaat program ini lebih besar dibandingkan kontribusi yang diberikan karena mampu membantu keberlanjutan akses layanan kesehatan masyarakat.
“Manfaat yang diterima masyarakat jauh lebih besar dibandingkan kontribusi yang diberikan. Satu tindakan medis seperti operasi jantung bisa mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap perluasan kolaborasi ini mampu memperkuat cakupan kepesertaan JKN serta memastikan perlindungan kesehatan masyarakat tetap berkelanjutan melalui gotong royong lintas sektor.***
Sumber: Diskominfo Kab. Bekasi

















