TERASJABAR.ID – Surplus kalori adalah kondisi ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada kalori yang dibakar.
Cara ini biasanya dilakukan oleh orang yang ingin menambah berat badan atau membentuk massa otot.
Namun, surplus kalori sebaiknya dilakukan dengan benar agar berat badan naik secara sehat, bukan hanya bertambah lemak.
Berikut sudah dirangkum deretan tips surplus kalori yang bisa diterapkan secara aman dan efektif.
Baca Juga: Stasis Bandung Buka Loker Staff Gudang Buat Lulusan SMA SMK
Tambahkan Kalori Secara Bertahap
Langkah pertama untuk mencapai surplus kalori adalah dengan meningkatkan asupan kalori secara bertahap.
Hindari untuk langsung mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus, karena hal ini dapat menyebabkan perut kembung, merasa mual, atau ketidaknyamanan lainnya.
Cobalah mulai dengan menambahkan sekitar 200–300 kalori per hari dari jumlah kebutuhan harian.
Pilih Makanan Padat Nutrisi
Berseing surplus kalori tidak berarti Anda bisa sembarangan mengonsumsi makanan cepat saji tanpa batas.
Makanan yang kaya akan gula, gorengan, dan fast food memang dapat meningkatkan kalori, tetapi tidak ideal jika dijadikan sebagai sumber utama.
Pilihlah makanan yang kaya nutrisi sehingga tubuh memperoleh energi serta vitamin, mineral, protein, dan lemak sehat.
Contoh makanan yang padat nutrisi termasuk nasi yang disertai dengan sumber protein, telur, ikan, ayam, daging, tempe, tahu, kacang, alpukat, yoghurt, serta susu.
Cukupi Asupan Protein
Asupan protein sangat krusial saat berada dalam fase surplus kalori, terutama jika fokus utamanya adalah menambah massa otot.
Tanpa protein yang cukup, kenaikan berat badan cenderung didominasi oleh lemak.
Sumber protein yang mudah ditemukan meliputi telur, ayam, ikan, daging, susu, tahu, tempe, serta yoghurt.***


















