TERASJABAR.ID – Banyak orang mengawali hari dengan kopi demi mendongkrak energi. Selain kafein peningkat kewaspadaan, kopi mengandung antioksidan (polifenol) yang melawan radikal bebas.
Menariknya, berbagai riset membuktikan bahwa konsumsi kopi sewajarnya tidak memicu diabetes, melainkan berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2 karena antioksidannya membantu meningkatkan sensitivitas insulin.
Meski begitu, dampaknya bersifat personal. Kafein dapat menaikkan kadar gula darah sementara, khususnya bagi pemilik gangguan metabolisme.
Faktanya, ancaman utama bukan berasal dari kopi murni, melainkan bahan tambahannya, seperti:
Gula berlebih
Krimer tinggi lemak
Sirup manis atau topping
Kopi kekinian yang tinggi gula justru memicu obesitas, salah satu faktor risiko utama diabetes.
Oleh karena itu, batasan aman yang dianjurkan adalah 2–3 cangkir per hari tanpa pemanis tambahan, disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Kebiasaan minum kopi tidak menyebabkan diabetes secara langsung.
Minuman ini justru bermanfaat selama disajikan secara sehat.
Kuncinya adalah menghindari gula berlebih, membatasi porsi harian, dan tetap peka terhadap kondisi kesehatan pribadi.-***
















