TERASJABAR.ID – Ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka di Lebanon selatan setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk sembilan desa menjelang operasi militer yang menewaskan sedikitnya enam orang pada Jumat.
Langkah itu dilakukan sehari setelah Hizbullah menolak proposal gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan Lebanon.
Salah satu wilayah yang terdampak adalah Anqoun, desa yang menampung sekitar 2.500 pengungsi.
Setelah militer Israel memperingatkan akan melakukan operasi terhadap target yang diduga terkait Hizbullah, ratusan keluarga segera mengungsi.
Arus kendaraan menuju Kota Sidon meningkat tajam saat warga mencari tempat yang lebih aman.
Serangan Israel juga meluas ke sejumlah wilayah di Lebanon selatan.
Serangan pesawat nirawak dilaporkan menghantam kendaraan di kawasan Nabatieh, sementara serangan udara dan artileri menyasar Kfar Tebnit yang berada di dekat Kastil Beaufort.
Israel terus memperluas operasi militernya setelah merebut benteng bersejarah tersebut pada awal pekan ini.
Di sisi lain, Hizbullah mengklaim melakukan serangan roket terhadap pasukan Israel di sekitar area kastil.
Kelompok itu menolak rancangan gencatan senjata karena dinilai hanya menguntungkan Israel dan tidak memberikan penghentian serangan secara menyeluruh.
Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, menegaskan Hizbullah hanya akan mundur dari wilayah selatan Sungai Litani jika pasukan Israel terlebih dahulu menarik diri dari Lebanon dan gencatan senjata diterapkan tanpa syarat.
Saat ini, Israel disebut masih menguasai lebih dari 600 kilometer persegi wilayah Lebanon.
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menegaskan negaranya tidak boleh terus menjadi arena konflik pihak lain.
Upaya diplomatik yang berlangsung di Washington masih menghadapi tantangan besar karena belum adanya dukungan resmi dari Hizbullah terhadap proposal gencatan senjata.
Konflik yang berlangsung sejak 2 Maret tersebut telah menewaskan lebih dari 3.500 orang di Lebanon akibat serangan Israel.
Di pihak lain, serangan Hizbullah dilaporkan menewaskan sedikitnya 29 tentara Israel dan tiga warga sipil Israel.-***
















