TERASJABAR.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan serangan terhadap sejumlah target Iran sebagai respons atas peluncuran rudal yang diarahkan ke Kuwait dan Bahrain.
Menurut CENTCOM, seluruh rudal balistik yang ditembakkan Iran gagal mencapai sasaran karena jatuh di udara atau berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara milik AS dan Bahrain.
Militer AS menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan terhadap personel dan aset Amerika dalam insiden tersebut.
Sebagai balasan, pasukan AS melancarkan serangan ke Pulau Qeshm yang disebut sebagai tindakan pertahanan diri.
Operasi tersebut dilakukan untuk merespons ancaman yang dinilai berasal dari Iran terhadap kepentingan Amerika di kawasan Teluk.
Selain itu, militer AS juga mengumumkan keberhasilannya melumpuhkan sebuah kapal berbendera Botswana yang diduga mencoba menembus blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
CENTCOM menyebut kapal itu menjadi yang keenam dinonaktifkan sejak blokade diberlakukan.
Sementara itu, sebanyak 122 kapal lainnya dilaporkan terpaksa mengubah rute pelayaran.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Donald Trump membantah kabar bahwa perundingan antara Washington dan Teheran telah gagal.
Ia menegaskan jalur diplomasi masih berjalan dan mendesak Iran segera mencapai kesepakatan.
Eskalasi konflik turut memengaruhi pasar energi global.-***
















