TERASJABAR.ID – Kanker paru merupakan penyakit serius yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal secara tidak terkendali di jaringan paru-paru.
Kondisi ini dapat merusak fungsi organ pernapasan dan berpotensi menyebabkan komplikasi berat hingga kematian apabila tidak ditangani dengan tepat.
Faktor risiko terbesar kanker paru adalah paparan asap rokok, baik pada perokok aktif maupun mereka yang sering menghirup asap rokok dari lingkungan sekitar.
Selain itu, paparan zat berbahaya seperti asbes, arsenik, kromat, serta berbagai bahan kimia industri juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.
Secara umum, kanker paru terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu karsinoma sel non-kecil (NSCLC) yang lebih sering ditemukan dan cenderung berkembang lebih lambat, serta karsinoma sel kecil (SCLC) yang lebih agresif dan menyebar lebih cepat.
Gejala yang kerap muncul meliputi batuk yang tidak kunjung sembuh, nyeri dada, sesak napas, batuk berdarah, kelelahan berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa penyebab jelas, serta infeksi paru berulang.
Diagnosis kanker paru dilakukan melalui pemeriksaan fisik, tes pencitraan seperti rontgen dada, CT scan, atau MRI, bronkoskopi, biopsi, hingga pemeriksaan molekuler untuk mendeteksi mutasi gen tertentu.
Penanganannya disesuaikan dengan stadium penyakit.
Pada stadium awal, operasi menjadi pilihan utama dan dapat dikombinasikan dengan terapi sebelum atau sesudah pembedahan.
Sementara pada stadium lanjut, pengobatan difokuskan untuk memperpanjang harapan hidup, mengendalikan gejala, dan meningkatkan kualitas hidup melalui kemoterapi, radioterapi, terapi target, maupun imunoterapi.
Pencegahan terbaik tetap dengan tidak merokok dan menghindari paparan zat berbahaya.-***
















