TERASJABAR.ID – Dihari keempat Iduladha 1447 Hijriah, Universitas Tasikmalaya. Unitas menyembelih 2 ekor sapi kurban yang dagingnya dibagikan kepada mahasiswa, karyawan, dosen, serta masyarakat sekitar kampus. Total daging yang disalurkan mencapai 350 ganting, di area Gazebo Unitas Jalan Noenoeng Tisnasaputra Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/5/2026)
Ketua Rektor Unitas Dr Ade Zaenul Mutaqin menyampaikan, kegiatan kurban ini merupakan agenda rutin tahunan kampus sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai kebersamaan di lingkungan akademika. Menurutnya, kurban bukan hanya ibadah, tetapi juga momentum untuk berbagi rezeki dengan sesama.
“Alhamdulillah tahun ini Unitas dapat menyembelih 2 ekor sapi. Daging kurban ini kami bagikan kepada mahasiswa, karyawan, dosen, dan warga sekitar kampus. Jumlah penerima mencapai 350 ganting. Berharap keberkahan Idul Adha dapat dirasakan oleh seluruh civitas akademika dan masyarakat yang tinggal di sekitar Unitas,” ujar Dr Ade saat ditemui usai penyembelihan.
Proses penyembelihan dilaksanakan di Gazebo kampus dengan melibatkan panitia kurban dari unsur dosen, karyawan, dan mahasiswa. Penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam untuk memastikan kesehatan hewan kurban dan higienitas proses.
Setelah dipotong, daging ditimbang dan dikemas dalam paket seberat satu ganting. Pendistribusian dilakukan secara tertib melalui kupon yang telah dibagikan sebelumnya kepada mahasiswa penerima beasiswa, karyawan tenaga kependidikan, dosen, serta warga RW sekitar kampus yang terdaftar sebagai penerima manfaat.
Salah seorang mahasiswa penerima, Rina, mengaku sangat terbantu dengan pembagian daging kurban dari kampus. “Biasanya untuk beli daging agak berat di kantong mahasiswa. Dengan adanya kurban dari Unitas ini sangat membantu kebutuhan keluarga di rumah. Terima kasih kepada pimpinan kampus,” katanya.
Senada, salah satu karyawan Unitas, Pak Entang, juga menyampaikan rasa syukur. Ia menilai kegiatan ini mempererat silaturahmi antara pimpinan, dosen, karyawan, dan mahasiswa. “Kegiatan seperti ini membuat suasana kampus jadi lebih hangat. Kita kerja bareng dari mulai persiapan sampai pembagian daging,” ucapnya.
Dr Ade menambahkan, semangat kurban sejalan dengan nilai-nilai yang ditanamkan Unitas kepada mahasiswa, yaitu kepedulian, gotong royong, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Ia berharap mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan dapat mengambil pelajaran tentang manajemen, kerja tim, dan empati sosial.
“Melalui kurban ini kami ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa kampus tidak hanya tempat belajar teori, tetapi juga tempat mengasah kepedulian. Ketika lulus nanti, mereka diharapkan menjadi alumni yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” jelasnya.
Unitas juga membuka kesempatan bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa yang ingin berkurban secara kolektif melalui kampus. Tahun ini tercatat beberapa sivitas akademika menitipkan hewan kurban melalui panitia Unitas, sehingga total hewan yang disembelih bisa mencapai 2 ekor sapi.
Dr Ade mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjaga semangat berbagi dan kebersamaan. Ia menekankan, kontribusi Unitas bagi masyarakat sekitar merupakan bagian dari pengabdian perguruan tinggi.
“Semoga kurban tahun ini membawa keberkahan bagi Unitas, civitas akademika, dan masyarakat. Kami akan terus berupaya agar Unitas hadir tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat,” pungkas Dr Ade.(*)












