TERASJABAR.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa filantropi memiliki peran strategis dalam memperkuat layanan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak.
Menurut Menkes, filantropi yang efektif harus dibangun di atas kepercayaan dan mampu menjadi katalis untuk memperbesar dampak program kesehatan bagi masyarakat.
“Filantropi itu basisnya adalah kepercayaan. Kalau kita tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil kita mendapatkan pendanaan filantropi. Dan yang kedua, filantropi harus dilihat sebagai katalis atau leverage,” ujar Menkes.
Ia menyampaikan hal itu saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta.
Kerja sama antara DIT dan Kemenkes difokuskan pada peningkatan kesehatan dan gizi ibu serta anak. Program tersebut mencakup penyediaan vaksin heksavalen (hexavalent vaccine) untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular, penguatan infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin, serta penyediaan suplemen multiple micronutrient guna membantu keselamatan ibu hamil dan persalinan sekaligus mencegah stunting.
Menkes menilai, di tengah menurunnya bantuan luar negeri secara global, peran filantropi menjadi semakin penting untuk mendukung pembiayaan program kesehatan. Dana filantropi dapat menjadi pengungkit agar lebih banyak sumber daya bergerak untuk menjawab persoalan kesehatan prioritas di Indonesia.
“Dengan modal kepercayaan dan pendekatan katalitik inilah, kita bisa mendatangkan lebih banyak dana filantropi untuk kepentingan masyarakat,” kata Menkes.
Langkah kolaboratif ini dinilai krusial mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan ibu dan anak.


















