TERASJABAR.ID – Nasib pendidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cijurey Kecamatan Panyingkiran Majalengka, akhirnya mendapat titik terang. Menyusul peristiwa ambruknya salah satu ruang kelas akibat pembiaran kerusakan selama lebih dari satu tahun, sekolah ini resmi ditetapkan sebagai prioritas utama dalam program revitalisasi dan pembangunan gedung sekolah yang digulirkan pemerintah daerah.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Iman Firmansya usai melakukan peninjauan mendalam ke lokasi kejadian, Pada Senin kemarin (26/05/2026).
“Evaluasi menyeluruh telah kami lakukan, dan hari ini kami tetapkan SDN Cijurey sebagai prioritas pertama. Seluruh proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan pembangunan akan kami percepat agar tidak ada lagi ruang kelas yang berisiko bagi siswa dan guru,” kata Iman.
Iman mengatakan, masuknya SDN Cijurey dalam program revitalisasi sekolah tahun 2026 ini tidak lepas dari araha Bupati Eman Suherman. “Beliau langsung mengintruksikan kami agar segera bersikap dan mengambil langkah, akhirnya kami mencoba mengajukan SDN Cijurey ini dalam program revitalisasi gedung sekolah di tahun 2026 sekarang dan akan menjadi prioritas pertama dalam pengajuan tersebut, namun karena pak bupati merasa khawatir tidak terealisasi dari program revit tersebut, maka untuk antisipasi beliau menugaskan kami dan dinas PUPR untuk menghitung kebutuhan renovasi sekolah tersebut. Rencananya jika program revitalisasi untuk SDN Cijurey tidak turun maka akan segera menggunakan anggaran daerah. Intinya sekolah yang ambruk akan segera ditangani, insya Allah akan beres dan bisa dimanfaatkan kembali untuk belajar mengajar,” jelas Iman Firmansyah dikantornya, Selasa (26/05/2026).
Dalam keterangannya, Iman mengaku bahwa insiden ambruknya bangunan menjadi peringatan keras akan kondisi fisik sejumlah fasilitas pendidikan yang membutuhkan penanganan segera. SDN Cijurey dipilih menjadi fokus utama karena tingkat kerusakannya serta kebutuhan mendesak demi keselamatan serta kelancaran proses belajar mengajar.
“Bangunan yang Ambruk itu, terakhir di renovasi pada tahun 2015 dan struktur atapnya masih menggunakan kayu, sehingga mudah rapuh saat termakan usia. Kerusakan pada bangunan tersebut sebelumnya sudah diketahui pihak sekolah sejak setahun yang lalu. Merekapun berinisiatif untuk mengosongkan bangunan tersebut dan memindahkan belajar siswa ke ruangan lain yang lebih aman. Saya sangat mengapresiasi tindakan Kepala sekolah tersebut,” pungkasnya.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi warga sekitar, pihak sekolah, maupun para siswa yang selama ini harus berbagi ruangan secara tidak nyaman pasca peristiwa ambruknya ruang kelas tersebut.
Kepala Sekolah SDN Cijurey mengaku sangat bersyukur dan berharap pembangunan dapat segera direalisasikan agar anak anak didiknya merasa aman dan nyaman saat mengikuti jam pelajaran. (*)











