TERASJABAR.ID – Viral di media sosial, manager H. Umuh Muchtar saat memberikan sambutannya di pestà kemenangan atau Persib juara di kediamannya Tanjungsari, Kabupaten Sumedang meminta maaf ke puluhan ribu bobotoh dikarenakan para pemain Persib tak bisa datang, Senin (25/6/2026).
H. Umuh Muchtar sang manager Persib yang kerap disapa Wa Haji Umuh mengatakan, absennya para pemain Persib ke Tanjungsari rupanya trauma saat konvoi di Jalan Asia Afrika Bandung sejumlah kejadian menimpa sejumlah pemain Persib.
“Saya tak menyalahkan bobotoh ini rupanya spontanitas dan saking cinta dan fanatiknya kepada Persib. Sekarang hiburan saja dan sawer saweran,” kata H. Umuh.
Memang, berbagi kegembiraan ternyata berlanjut, tak hanya di Bandung pada Minggu (24/5/2026), pesta kemenangan Persib Bandung juara Super League 2025/2026 juga berlanjut di rumah kediaman Manajer Persib H.Umuh Muchtar di Tanjungsari, Sumedang ini.
Namun sayang pesta hiburan musik dangdut dengan menampilkan artis penyanyi Ade Astrid ini tak dihadiri para pemain Persib. Umuh menyebut, para pemain tadinya setelah makan di rumah makan kawasan Tanjungsari akan ke rumahnya bertemu Bobotoh, tetapi mereka trauma.
Di halaman rumah H.Umuh, panggung hiburan yang telah disiapkan Senin (25/5/2026) siang itu, sekitar rumah sang Manajer Persib di Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, terlihat menyemut ribuan bobotoh tak hanya warga sekitar juga Bobotoh dari luar Tanjungsari.
Di atas Panggung sang manajer Persib Wa Haji ini memberi alasan ketidakhadiran para pemain Persib. “Tadinya mau hadir ke sini akan tetapi, rencana tersebut batal akibat beberapa hal,” kata H.Umuh.
Ditegaskan H. Umuh, pemain mengaku masih dalam keadaan trauma saat perayaan konvoi yang terselenggara pada Minggu (24/5) kemarin di Gedung Merdeka, Kota Bandung.
Sebab, ada beberapa insiden seperti Frans Putros yang kehilangan handphone hingga ada pemain yang terluka.
“Tadi juga tidak sesuai rencana karena pemain tadinya habis makan mau ke sini langsung ke lapangan, tapi pemain kemarin trauma kejadian di Bandung ada yang hilang HP,” kata Umuh.
“Ada juga tangan ini ada ke cakar juga banyak luka begini ya sama ibu-ibu atau perempuan sampai berdarah lah ada kena cakaran, jadi mereka ketakutan padahal di sini bisa aman tapi ini dari mereka lah yang baiknya. Setelah makan ini mereka kembali jadi tidak bisa ikut ke sini karena trauma,” katanya.
Wa Haji ini pun memohon maaf atas nama pemain yang tidak hadir di sini, namun hiburan untuk menggelar acara syukuran tetap akan dilakukan. Selain itu iapun menyiapkan mancing gratis dengan ikan yang disediakan sekitar dua ton dilanjut ngagogo (menangkap ikan dengan tangan).
Umuh menilai antusiasme Bobotoh Persib Bandung memang sangat besar. Namun situasi yang terlalu padat membuat beberapa pemain merasa tidak nyaman dan memilih beristirahat lebih awal setelah agenda makan bersama selesai.
Meski tanpa kehadiran pemain, acara syukuran Persib Bandung juara tetap berlangsung meriah. Umuh Muchtar memastikan masyarakat dan Bobotoh Persib Bandung tetap dapat menikmati rangkaian hiburan yang telah disiapkan panitia.
“Di sana (lapangan) ada hiburan dan ikan mancing sekitar dua ton. Nanti lihat saja, banyak orang sudah berkumpul. Ada hiburan kecil juga dan ribuan warga hadir,” katanya.
Umuh Muchtar juga meminta maaf kepada Bobotoh Persib Bandung yang berharap bisa bertemu langsung dengan para pemain. Ia menegaskan keputusan tersebut diambil demi menjaga kondisi mental para pemain setelah euforia juara yang berlangsung sangat besar dalam beberapa hari terakhir.
“Ini di luar perkiraan saya juga. Saya minta maaf kepada Bobotoh Persib Bandung. Saya tidak bisa memaksa pemain karena takut mereka makin trauma,” ucap Umuh Muchtar.
Setelah rangkaian perayaan juara selesai, para pemain Persib Bandung dijadwalkan menikmati masa libur sebelum kembali mempersiapkan diri menghadapi musim baru.
Sementara itu, Pelatih Bojan Hodak mengapresiasi kontribusi Umuh Muchtar dalam perjalanan Persib Bandung menuju gelar juara. Pernyataan tersebut ia sampaikan Hodak yang hadir di agenda selebrasi juara di kediaman Umuh tersebut.
Pesta rakyat tersebut berjalan dengan sangat karib. Puluhan ribu Bobotoh yang antusias menyambut kedatangan armada Pangeran Biru. Bagi Hodak, momentum ini menjadi wadah yang tepat bagi skuadnya untuk melepaskan ketegangan, dan menikmati buah dari perjuangan panjang sepanjang kompetisi.
“Kehadiran kami di sini adalah demi Pak Haji Umuh Muchtar dan para Bobotoh yang juga memenuhi tempat ini,” kata Hodak.
Hodak pun menyebut bahwa euforia ini membantu tim merasa lebih santai usai berhasil mengamankan titel juara di musim ini.
Pria yang akrab dengan Wa Haji ini kata Hodak, menjadi pilar penting bagi Persib Bandung.
“Sadar atau tidak, kita selalu memerlukan sokongan, dan tanpa kehadirannya pasti segalanya akan terasa jauh lebih berat,” ujar Hodak.
Hodak menggarisbawahi bahwa roda organisasi klub tidak akan berfungsi dengan optimal jika hanya mengandalkan satu orang semata.
















