TERAS JABAR – Antiklimaks! Persib Bandung dipaksa gagap meladeni Persijap Jepara yang tengah moncer. Justru pada laga pamungkas yang bercitra prestasi sejati.
Tim debutan liga utama, Persijap kembali menggoda. Tak goyah bermain tandang dan tak satu gol pun tercipta. Menahan imbang tuan rumah Persib. Bagi Persijap, tentu menjadi prestasi tersendiri — bahkan pada laga pamungkas liga strata tertinggi Indonesia. Mereka mengulang catatan positif, ketika mengalahkan Persib 2-1 pada putaran pertama.
Semata bekal nilai tertinggi (79), mengantar Persib sebagai juara Liga Super Indonesia 2025/2026. Total nilai sama diraih Borneo FC Samarinda, tapi minus dalam head to head dengan Persib.
Borneo FC terbilang total dalam menuntaskan laga terakhir. Menggasak Malut United dengan pesta gol 6-1 (4-0). Memang, hanya kemenangan yang bisa mengantarkan Borneo ke gerbang juara. Tapi dengan catatan, Persib terjengkang. Hal yang berharap bayang dari laga lain, tak terjadi. Borneo bak “juara” tanpa mahkota. Mesti rela tetap dalam genggaman Persib.
Persib unjuk juara tanpa gol kemenangan di laga puncak. Sepi di antara keramaian dan keriuhan para pendukung. Tak cuma berjubel di tribun Stadion GBLA Bandung, Sabtu sore tadi. Meluap ke ruang publik seantero Kota Bandung.
Para bobotoh memenuhi arena nobar (nonton bareng – pen) di kafe-kafe dan fasilitas lainnya. Lebih banyak lagi yang tumpah ruah di jalan-jalan kota Bandung. Mereka sudah siap pesta kemenangan, yang diprakirakan berlangsung hingga tengah malam nanti. Sayangnya, kemenangan tanpa kemenangan laga akhir. Betapa pun, Persib juara. Mempertahankan gelar, mencakup back to back beruntun dan prestasi hattrick. Catatan juara yang cenderung gambar. Itulah hasil akhir dan konsekuensi kompetisi dengan sistem kompetisi penuh. (Imam Wahyudi – IW) ***


















