TERASJABAR.ID – Kementerian Kesehatan Uganda mengeluarkan imbauan agar masyarakat menghindari berjabat tangan maupun bentuk sapaan fisik lain yang berpotensi menularkan penyakit, setelah dua kasus Ebola dipastikan terjadi di negara tersebut.
Kebijakan ini diberlakukan sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko penyebaran virus di tengah masyarakat.
Berdasarkan laporan Nile Post, otoritas kesehatan Uganda terus meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan.
Pemerintah juga menegaskan kesiapan untuk mengambil tindakan tambahan apabila diperlukan untuk mencegah meluasnya penyebaran Ebola.
Saat ini, tercatat dua kasus Ebola di Uganda, dengan satu pasien dilaporkan meninggal dunia.
Kedua kasus tersebut diketahui berasal dari warga Republik Demokratik Kongo (DRC), negara yang sebelumnya juga terdampak wabah serupa.
Pada Minggu (17/5), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).
Penetapan ini menunjukkan bahwa situasi tersebut telah menjadi perhatian serius di tingkat global dan membutuhkan respons internasional.
Sementara itu, data terbaru dari otoritas kesehatan DRC mencatat sedikitnya 131 kasus kematian akibat Ebola.
Meski sebelumnya wabah di negara tersebut sempat dinyatakan berakhir pada Oktober 2025, munculnya kembali kasus baru kini kembali menimbulkan kekhawatiran dan meningkatkan kewaspadaan global terhadap potensi penyebaran lebih luas.-***











