TERASJABAR.ID – Setiap orang pada dasarnya tidak luput dari masalah; masing-masing individu memiliki persoalan dengan tingkat dan bentuk yang berbeda-beda.
Idealnya, setiap masalah segera dicarikan jalan keluar karena jika dibiarkan berlarut-larut dapat menimbulkan stres serta ketegangan yang berdampak negatif pada kesehatan mental.
Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara cepat.
Ketika tuntutan kehidupan tidak sesuai dengan kapasitas seseorang, hal tersebut dapat memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologisnya.
Beragam gangguan mental yang umum terjadi di Indonesia meliputi depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, OCD (obsessive compulsive disorder), gangguan pengendalian impuls dan kecanduan, hingga gangguan kepribadian seperti narsistik.
Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang waktu maupun keadaan.
Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya, seperti rasa putus asa, kecemasan berlebihan, hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, suasana hati yang terus memburuk, kelelahan ekstrem, perubahan pola makan atau berat badan, hingga munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, serta kesulitan menjalankan aktivitas harian.
Kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik karena keduanya saling memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Dalam peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia (10 Oktober 2022), WHO mengangkat tema “Menjadikan Kesehatan Mental dan Kesejahteraan untuk Semua Prioritas Global” sebagai upaya meningkatkan kesadaran dunia terhadap isu ini.
Pencegahan gangguan mental dapat dilakukan dengan langkah sederhana, seperti berbagi cerita dengan orang terpercaya, rutin berolahraga, menjaga pola makan sehat, serta belajar mengelola stres.
Menetapkan tujuan yang realistis, menghindari rutinitas yang monoton, memperkuat hubungan sosial, dan mempelajari hal baru juga membantu menjaga kesehatan mental.
Selain itu, berpikir positif, menulis rasa syukur, serta melatih mindfulness juga sangat bermanfaat.
Teknik lain seperti latihan pernapasan dan menjaga pola tidur yang teratur turut membantu mengurangi stres.
Jika upaya mandiri belum membuahkan hasil, maka sebaiknya segera mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.-***















