TERASJABAR.ID – Ahn Gyu-back, Menteri Pertahanan Korea Selatan, dijadwalkan tiba di Washington untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth.
Pertemuan ini diperkirakan akan berfokus pada upaya memperkuat kerja sama keamanan serta membahas situasi krisis di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait gangguan di Selat Hormuz.
Salah satu isu utama yang akan dibicarakan adalah kemungkinan kerja sama dalam memulihkan kebebasan navigasi di selat strategis tersebut.
Penutupan efektif Selat Hormuz telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas energi global, terutama bagi Korea Selatan yang sangat bergantung pada perdagangan dan impor energi dari kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat sebelumnya telah meminta sekutu-sekutunya untuk membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, hingga saat ini, upaya tersebut menghadapi resistensi kuat dari beberapa pihak terkait.
Situasi di kawasan semakin memburuk setelah Iran, sebagai respons terhadap serangan yang melibatkan AS dan Israel, secara efektif membatasi lalu lintas di selat tersebut.
Kondisi ini berdampak luas terhadap pasar energi dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global, serta volume besar gas alam, pupuk, dan komoditas lainnya.
Ketegangan yang meningkat ini mendorong negara-negara besar untuk mencari solusi diplomatik dan keamanan guna mencegah krisis energi global yang lebih dalam.
Pertemuan antara pejabat pertahanan Korea Selatan dan Amerika Serikat diharapkan menjadi langkah awal menuju koordinasi internasional yang lebih kuat dalam menghadapi situasi tersebut.-***
















