TERASJABAR.ID – Ikan buntal atau ikan fugu dikenal luas sebagai salah satu hewan laut paling beracun di dunia.
Meski kerap dijadikan hidangan khas Jepang seperti sushi dan sashimi, ikan ini mengandung racun berbahaya bernama tetrodotoksin yang dapat mengancam nyawa jika tidak diolah dengan benar.
Racun tetrodotoksin menyerang sistem saraf dan disebut memiliki tingkat bahaya lebih tinggi dibanding sianida.
Bahkan, dalam jumlah kecil saja racun tersebut dapat menyebabkan keracunan fatal pada manusia.
Gejala awal yang biasanya muncul meliputi mati rasa di area mulut, mual, muntah, sakit perut, hingga diare setelah mengonsumsi ikan buntal.
Racun paling banyak ditemukan pada organ tertentu, seperti hati, kulit, dan kelenjar kelamin ikan.
Karena itu, proses pembersihan ikan buntal harus dilakukan secara hati-hati dengan teknik khusus agar racun tidak menyebar ke daging yang akan dimakan.
Di Jepang, hanya koki bersertifikat dan terlatih yang diizinkan mengolah ikan ini.
Menariknya, racun tetrodotoksin tidak akan hilang meski ikan dimasak atau dibekukan.
Jika proses pengolahannya salah, racun tetap dapat mencemari daging ikan dan membahayakan orang yang mengonsumsinya.
Keracunan ikan buntal dapat berkembang dalam beberapa tahap.
Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami mati rasa di mulut dan gangguan pencernaan.
Kondisi kemudian bisa berkembang menjadi tubuh lemas, gangguan bicara, kehilangan keseimbangan, hingga kelumpuhan total dan gagal napas.
Dalam kondisi berat, keracunan dapat menyebabkan gangguan irama jantung, tekanan darah menurun, kekurangan oksigen, hingga hilang kesadaran.
Gejalanya dapat muncul dalam waktu 20 menit hingga beberapa jam setelah konsumsi.
Hingga kini belum ada penawar khusus untuk racun tetrodotoksin.
Penanganan medis biasanya difokuskan untuk membantu pernapasan pasien, membersihkan lambung, memberikan arang aktif, hingga tindakan cuci darah jika diperlukan.
Karena risikonya sangat tinggi, ikan buntal sebaiknya hanya dikonsumsi di restoran resmi yang memiliki izin dan koki berpengalaman dalam mengolah hidangan tersebut.-***
















