TERASJABAR.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut kedatangan Mahkota Binokasih Sanghyang Paké di Bale Pakuan Padjadjaran sebagai rangkaian Milangkala Tatar Sunda dan napak tilas sejarah Pajajaran yang digelar di Kota Bogor.
Kedatangan mahkota bersejarah tersebut menjadi momentum edukasi budaya bagi masyarakat karena Mahkota Binokasih Sanghyang Paké merupakan simbol Kerajaan Pajajaran yang dahulu digunakan para Raja Sunda.
Delegasi Karaton Sumedang Larang membawa langsung mahkota berbahan emas 18,8 karat dengan bobot sekitar 8 kilogram yang selama ini menjadi salah satu artefak penting sejarah Sunda.
Dedie Rachim menyebut Kota Bogor mendapat kesempatan istimewa karena tidak semua daerah di Jawa Barat menjadi lokasi persinggahan Mahkota Binokasih Sanghyang Paké.
“Bogor mendapatkan sebuah kesempatan yang istimewa, karena memang kedekatan antara Bogor dengan Sumedang, terlebih lagi dengan kesejarahan,” ujar Dedie Rachim.
Menurut Dedie, kirab budaya tersebut diharapkan memperkuat ikatan antardaerah di Jawa Barat sekaligus mengenalkan kembali sejarah Pajajaran kepada generasi muda.
Hasil penelitian Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyebut Mahkota Binokasih Sanghyang Paké berasal dari era yang sezaman dengan Kerajaan Majapahit.
Gumaran Pati Mahapatih Karaton Sumedang Larang, Rd. Lily Jamhur Soemawilaga, menilai kirab budaya itu menjadi sarana mempererat tali persaudaraan masyarakat Sunda.
“Dengan adanya Kirab Milangkala Tatar Sunda ini, Mahkota Binokasih Sanghyang Paké bisa kembali mengikat tali kekerabatan di antara kita,” ucap Lily.













