TERASJABAR.ID – Biopsi merupakan prosedur medis untuk mengambil sampel jaringan tubuh guna mendeteksi adanya kelainan.
Pemeriksaan ini tidak hanya digunakan untuk mendiagnosis kanker, tetapi juga membantu mengidentifikasi berbagai kondisi lain seperti infeksi maupun peradangan.
Biasanya, biopsi dilakukan ketika hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak normal pada bagian tubuh tertentu.
Sampel yang diambil kemudian dianalisis lebih lanjut di bawah mikroskop oleh dokter spesialis patologi.
Hasil pemeriksaan tersebut akan dikirim kembali kepada dokter yang menangani pasien untuk membantu menegakkan diagnosis dan menentukan langkah pengobatan.
Fungsi utama biopsi adalah memastikan apakah suatu pertumbuhan sel bersifat jinak atau ganas.
Karena itu, prosedur ini sangat penting dalam penegakan diagnosis kanker, termasuk menilai tingkat penyebaran atau stadium penyakit.
Selain itu, biopsi juga digunakan untuk memeriksa kondisi sumsum tulang, mengidentifikasi jenis sel pada tahi lalat yang dicurigai kanker kulit, serta mengevaluasi penyakit seperti radang hati, gangguan ginjal, atau infeksi kelenjar getah bening.
Pemeriksaan ini juga bermanfaat untuk menilai penyakit non-kanker seperti radang usus dan reaksi penolakan pada organ transplantasi.
Sebelum tindakan dilakukan, dokter biasanya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG, CT scan, atau MRI untuk menentukan lokasi kelainan.
Setelah itu, jenis biopsi dipilih sesuai kebutuhan.
Beberapa metode biopsi yang umum dilakukan antara lain biopsi jarum (halus maupun inti), biopsi punch pada kulit, biopsi eksisional untuk mengangkat seluruh jaringan yang dicurigai, biopsi endoskopik dengan alat kamera khusus, biopsi bedah saat operasi, serta biopsi sumsum tulang untuk mendeteksi kelainan darah seperti leukemia atau anemia.
Sebelum menjalani biopsi, pasien dianjurkan memberi tahu dokter mengenai obat atau alergi yang dimiliki.
Setelah prosedur, pasien umumnya bisa beraktivitas seperti biasa, kecuali jika menjalani bius total yang memerlukan rawat inap sementara.
Jika muncul demam, nyeri, atau perdarahan berlebihan, segera lakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter.-***















