TERASJABAR.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menerima aspirasi dari organisasi Karang Taruna di daerah pemilihannya, DKI Jakarta II.
Dalam pertemuan di Jakarta Selatan, para pemuda menyampaikan keluhan terkait semakin terbatasnya akses lapangan kerja yang dinilai makin sempit dan cenderung bergantung pada koneksi atau “orang dalam”.
Selain itu, mereka juga menyoroti tingginya biaya pungutan yang harus dikeluarkan oleh calon pekerja migran untuk bisa bekerja di luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, Kurniasih menyarankan generasi muda untuk mengikuti pelatihan keterampilan bersertifikat yang diselenggarakan lembaga terpercaya agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Saya menyarankan kepada adik-adik untuk mengikuti pelatihan keahlian yang bersertifikat dari lembaga terpercaya. Ini penting agar nantinya bisa langsung bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki,” saran Kurniasih, seperti ditulis Parlementaria pada Senin, 4 Mei 2026.
Ia menekankan pentingnya tiga aspek utama dalam pengembangan diri, yaitu skilling untuk mempelajari keterampilan baru, upskilling guna meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki, serta reskilling bagi mereka yang ingin beralih profesi.
Menurutnya, penguasaan ketiga hal ini akan meningkatkan daya saing generasi muda.
Terkait biaya bekerja ke luar negeri, Kurniasih mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap praktik pungutan ilegal oleh oknum.
Ia menegaskan bahwa melalui jalur resmi, seharusnya tidak ada biaya besar yang dibebankan.
Ia juga mengimbau para pemuda lebih selektif dalam memilih negara tujuan kerja.
Beberapa negara seperti Malaysia, Kamboja, Filipina, dan Vietnam disebut rawan kasus perdagangan orang dengan modus penawaran kerja.
Menanggapi kebutuhan pelatihan, Kurniasih berjanji membantu pengadaan pengajar dan fasilitas kursus. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan keterampilan pemuda guna mengatasi pengangguran dan memperluas akses kerja.-***

















