TERASJABAR.ID – BYD memperkenalkan arsitektur powertrain terintegrasi terbaru yang membawa perubahan besar pada desain sistem knalpot serta tata letak sasis dalam pengembangan kendaraan plug-in hybrid.
Dilaporkan CarNewsChina, platform baru bernama “Heyuan” ini mengusung konsep pemindahan peredam knalpot dari bagian belakang kendaraan ke ruang mesin depan.
Dengan posisi tersebut, komponen knalpot kini menyatu langsung dengan sistem powertrain, berbeda dari desain konvensional yang biasanya menempatkannya di bagian bawah belakang mobil.
Perubahan posisi ini memungkinkan penataan ulang struktur sasis.
Bagian belakang kendaraan menjadi lebih lapang karena tidak lagi dihuni komponen knalpot, sehingga baterai dapat ditempatkan lebih ke tengah.
Dampaknya, distribusi bobot kendaraan menjadi lebih optimal, sekaligus meningkatkan ruang kabin belakang dan kapasitas bagasi.
Platform ini telah diterapkan pada Denza D9, yang mampu mengakomodasi baterai berkapasitas lebih besar dibandingkan MPV plug-in hybrid pada umumnya.
Pada model tersebut, tersedia tambahan ruang penyimpanan tersembunyi sebesar 126 liter di bagian belakang, sehingga total kapasitas bagasi mencapai 882 liter.
Efisiensi ruang ini dicapai berkat integrasi muffler ke ruang mesin depan, yang membuka peluang pemanfaatan ruang bawah lantai dan kompartemen belakang secara lebih maksimal.
Bagi kendaraan MPV, peningkatan ini penting karena berdampak langsung pada kenyamanan penumpang serta kapasitas angkut tanpa perlu mengubah dimensi kendaraan.
Arsitektur “Heyuan” juga menjadi bagian dari pengembangan lanjutan sistem hybrid DM milik BYD setelah generasi DM 5.0.
Meski belum ada kepastian terkait kehadiran generasi berikutnya, platform ini sudah menghadirkan peningkatan baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.
Pembaruan tersebut meliputi integrasi kontrol domain tenaga, pembaruan algoritma perangkat lunak, hingga dukungan teknologi pengisian cepat.
Sistem ini tidak lagi hanya berfokus pada efisiensi mesin dan konsumsi bahan bakar, tetapi juga mengedepankan pengelolaan energi berbasis perangkat lunak.
Sebagai pembanding, DM 5.0 lebih menitikberatkan pada efisiensi mesin, integrasi motor listrik, serta penghematan bahan bakar dalam satu sistem hybrid terpadu.
Sementara itu, platform “Heyuan” lebih fokus pada perubahan arsitektur fisik kendaraan, khususnya dalam penataan komponen knalpot, posisi baterai, dan optimalisasi ruang interior.- ***











