TERASJABAR.ID – AS mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 tentaranya dari Jerman, menurut pernyataan Pentagon pada Jumat.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Washington dan sejumlah sekutu NATO terkait konflik di Iran serta isu Selat Hormuz.
Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menilai AS sedang “dipermalukan” oleh Iran.
Seorang pejabat senior Pentagon yang tidak disebutkan namanya menyebut komentar itu tidak pantas dan tidak membantu situasi.
Ia menegaskan bahwa Presiden AS menanggapi pernyataan yang dianggap kontraproduktif tersebut.
Penarikan pasukan diperkirakan akan berlangsung selama enam hingga dua belas bulan.
Salah satu brigade tempur yang saat ini berada di Jerman akan dipulangkan, sementara satu batalion yang sebelumnya direncanakan untuk dikerahkan ke sana juga dibatalkan penempatannya.
Jerman sendiri masih menjadi lokasi pangkalan militer terbesar AS di Eropa dengan sekitar 35.000 personel aktif.
Di sisi lain, hubungan AS dengan sekutu seperti Italia dan Spanyol juga memanas.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menolak dukungan terhadap operasi militer AS-Israel di Iran, sementara Italia melalui Menteri Pertahanannya Guido Crosetto membantah tuduhan Washington terkait kurangnya dukungan keamanan maritim.
Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam kemungkinan penarikan pasukan dari Italia dan Spanyol, yang masing-masing memiliki ribuan personel militer AS di pangkalan strategis.
Ketegangan ini menambah jurang perbedaan antara AS dan negara-negara NATO di tengah meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.-***

















