TERASJABAR.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur industri manufaktur nasional melalui percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global.
Upaya ini menjadi bagian penting dari peran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut menuntut adanya ketersediaan talenta yang kompeten.
“Penguatan pendidikan vokasi yang menjadi prioritas nasional merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia industri. Tenaga kerja lulusan vokasi wajib memiliki kompetensi tinggi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja domestik maupun mancanegara,” jelas Menperin dalam keterangannya.
Guna mewujudkan keselarasan (link and match) antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata di sektor industri, Kemenperin aktif menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri.
Melalui BPSDMI, Kemenperin terus mendorong pengembangan pendidikan vokasi industri pada 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 sekolah menengah kejuruan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pada Selasa (21/4), BPSDMI resmi bersinergi dengan MNC University (MNCU) dengan melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi sebagai penyedia SDM tenaga ahli, khususnya bagi industri manufaktur maupun berbagai sektor strategis lainnya.
“Perguruan tinggi berfungsi sebagai motor penggerak inovasi di berbagai bidang serta memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat melalui keilmuan dan pengabdian. Kerja sama ini adalah wujud komitmen bersama dalam memberikan kontribusi terbaik,” ujar Doddy.














