TERAS JABAR – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un sebanyak 15 orang penumpang KRL atau commuter line dilaporkan meninggal dalam peristiwa kecelakaan kereta api di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Menurut data terakhir, Selasa (28/4) April 2026 malam, para korban mayoritas perempuan karena umumnya berasa di gerbong khusus perempuan. Gerbong ini merupakan gerbong yang ringsek diseruduk KA Argo Bromo Angrek.
Salah satu penumpang yang dinyatakan meninggal adalah karyawan Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna. Dia berada di Kamar Jenazah RS Polri Kramatjati bersama 9 korban lain.
Menurut data yang diperoleh dari Polda Metro Jaya, korban tabrakan kereta berjumlah berjumlah 15 orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa mengatakan sebanyak 10 jenazah berasa di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga.
Untuk korban luka-luka sebanyak 76 orang, namun Budi belum merincikan untuk jenis luka apa saja yang dialami para korban.
Berikut daftar jenazah di RS Polri
RS Polri Kramat Jati:
1. Tutik Anitasari (P/31)
2. Harum Anjasari (P/27)
3. Nur Alimantun Citra Lestari (P/19)
4. Farida Utami (P/52)
5. Vica Acnia Fratiwi (P/23)
6. Ida Nuraida (P/48)
7. Gita Septia Wardany (P/20)
8. Fatmawati Rahmayani (P/29)
9. Arinjani Novita Sari (P/25)
10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (P/32)
RSUD Bekasi:
1. Nuryati (P/41)
2. Nur Laela (P/39)
3. Engar Retno Krisjayanti (P/35)
Dua jenazah belum teridentifikasi berada di RS Bela dan Mitra Keluarga.
PENYEBAB KECELAKAAN
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyampaikan penyebab kecelakaan hingga kini belum dapat dipastikan karena proses evakuasi masih berlangsung hingga Selasa siang.
Investigasi penyebab insiden, kata Dudy, akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujar Dudy.***

















