TERASJABAR.ID – Masa kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid banyak diwarnai satu insiden yang mencuri perhatian, yakni luapan emosi Vinícius Júnior dalam laga El Clasico.
Winger asal Brasil itu menunjukkan kemarahan setelah ditarik keluar saat timnya menang atas Barcelona.
Peristiwa tersebut memicu sorotan luas dan dianggap mencerminkan adanya persoalan lebih besar, terutama terkait kendali Alonso di ruang ganti.
Situasi itu menjadi salah satu faktor yang mendorong Alonso menyetujui pemutusan kontraknya lebih awal, usai kekalahan di final Piala Super Spanyol pada Januari.
Hubungannya dengan sejumlah pemain kunci disebut tidak berjalan harmonis, khususnya dengan Vinicius, yang kemudian juga mengakui adanya ketegangan tersebut.
Namun, retaknya hubungan keduanya ternyata sudah terjadi lebih awal.
Menurut laporan media Spanyol, konflik mulai muncul saat persiapan Piala Dunia Antarklub, tidak lama setelah Alonso mengambil alih tim.
Vinicius dikabarkan kecewa karena berpotensi dicadangkan, sementara Kylian Mbappé dan Gonzalo Garcia direncanakan tampil sebagai duet lini depan.
Tekanan tersebut membuat Alonso mengubah keputusannya dan tetap memainkan Vinicius.
Selama masa jabatannya, Alonso memang menghadapi berbagai tantangan.
Setelah kepergiannya, performa Madrid justru semakin menurun di bawah Álvaro Arbeloa, termasuk dalam perburuan gelar domestik dan kompetisi Eropa.
Pengalaman ini diyakini menjadi pelajaran penting bagi Alonso, terutama dalam mengelola karakter kuat di dalam tim, sebagai bekal untuk kariernya ke depan.-***















