TERASJABAR.ID — Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi Golkar, Muhammad Reza Panglima Ulung, menilai kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bandung menunjukkan tren positif. Hal itu ia sampaikan berdasarkan hasil pemantauan selama masa reses di daerah pemilihan (Dapil) 5.
Menurut pria yang akrab disapa Ulung tersebut, peningkatan terlihat dari sisi fasilitas rumah sakit maupun kompetensi tenaga medis. Meski demikian, ia menegaskan masih ada sejumlah catatan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Saya melihat secara umum pelayanan rumah sakit sudah cukup baik. Namun, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, terutama dalam hal edukasi dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” ujarnya.
Selama reses, Ulung menerima sejumlah keluhan warga terkait layanan kesehatan, khususnya menyangkut sistem BPJS. Masyarakat, kata dia, masih banyak yang belum memahami perkembangan sistem BPJS, menghadapi masalah kepesertaan yang tidak aktif, hingga mengeluhkan alur administrasi yang dinilai rumit.
Ia mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit, termasuk RSUD Kiwari, yang telah membantu menyelesaikan sejumlah persoalan tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya peningkatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.
“Ke depan, sosialisasi harus lebih masif agar masyarakat tidak bingung dan bisa mengakses layanan kesehatan dengan mudah,” katanya.
Di sisi lain, Ulung juga menyoroti kasus bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yakni suster menyerahkan bayi bukan ke orangtuanya
Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP), khususnya dalam sistem identifikasi pasien.
“Kami menduga ada kelalaian menyerahkan bayi ke orang lain . Jika terbukti, harus ada sanksi tegas dan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan sistem verifikasi identitas berlapis, peningkatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Ulung memastikan, kasus tersebut menjadi perhatian serius DPRD dan Pemerintah Kota Bandung. Ia menegaskan komitmen untuk terus mendorong penguatan sistem keselamatan pasien di seluruh rumah sakit.
“Keselamatan pasien adalah prioritas utama. Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan terpercaya,” pungkasnya.











