TERASJABAR.ID – Kasus penculikan tukang bakso Sutarno pecah jadi perang dua kubu. Polisi turun tangan, dua gerbong massa digelandang paksa ke Mapolresta Tasikmalaya.
Keluarga korban tak tinggal diam. Massa tukang bakso se-Tasikmalaya bersatu. Markas para penculik digerebek. Bentrok pecah. Adu jotos, adu teriak, adu dendam. Jalanan mencekam, bak medan perang.
Polsek Cihideung, Sat Samapta, Satreskrim, hingga Dalmas Polres Tasikmalaya Kota turunkan pasukan. TKP dikepung, massa dipukul mundur. Dua kubu dipisahkan paksa.
Hasilnya, kedua belah pihak diciduk. Sutarno sebagai korban yang sempat balas serang, dan gerombolan pembeli beserta teman-temannya yang jadi pelaku penculikan, semua diborgol. Satu per satu digiring ke Mapolresta Tasikmalaya.
“Ya dua-duanya kami amankan. Tukang bakso dan pembelinya beserta teman-temannya kami proses hukum. Nggak ada yang kebal,” tegas Kasatreskrim Polresta Tasikmalaya, AKP Herman Saputra, Senin (20/4/2026)
Di Mapolresta, puluhan orang diperiksa maraton. BAP dikebut, barang bukti dijejer, gerobak ringsek, helm pelaku, visum korban. Ruang penyidik jadi saksi bisu, teriakan dan tangis saling sahut.
Kini kasusnya naik ke penyidikan. Ada pasal penganiayaan, penculikan, pengeroyokan, hingga aksi main hakim sendiri. Dua kubu yang tadinya saling bantai, kini sama-sama mendekam. Menunggu palu hakim bicara.
Senggolan kecil bisa jadi malapetaka. Remaja brutal dan emosi membabi buta berujung jeruji besi. Mapolresta Tasikmalaya jadi saksi, tak ada yang menang saat hukum dilanggar.*














