TERASJABAR.ID – Komisi V DPRD Jabar mendukung penuh –termasuk pengalokasian anggaran– program pembangunan 24 sekolah menengah baru pada tahun anggaran 2026 ini. Ini adalah upaya Pemprov dan DPRD Jabar secara sistematis untuk mengatasi kesenjangan pendidikan yang ada di Jabar.
“Kita harus akui bahwa lembaga pendidikan kita terkonsentrasi di perkotaan ataupun wilayah urban. Sementara di daerah pinggiran atau pedalaman, layanan fasilitas pendidikan masih minim,” kata Ketua Komisi V DPRD Jabar, H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., kepada wartawan di ruang kerjanya di Bandung, Selasa (21/4).
Karena itu, lanjutnya, pembangunan 24 unit sekolah baru akan diarahkan untuk menjangkau wilayah yang masih minim layanan sekaligus meningkatkan daya tampung peserta didik.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyampaikan pembangunan 24 sekolah baru didukung anggaran sebesar Rp112,5 miliar. Kebijakan yang diambil menjadi bagian dari upaya sistematis dalam mengatasi kesenjangan pendidikan.
“Tahun ini, Pemprov Jabar kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp112,5 miliar untuk pembangunan 24 unit sekolah baru. Rencana pembangunan mencakup 17 SMA, 4 SMK, dan 3 SLB yang tersebar di berbagai daerah. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan kebutuhan riel di masing-masing wilayah,” kata Purwanto, pada Sabtu (18/4/2026).
Dalam pandangan H. Untung, tambahan fasilitas sekolah baru tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 5000 peserta didik. “Ini kan angka yang cukup signifikan. Pemanfaatan sekolah tampaknya baru bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2027 mendatang,” katanya.
Program tersebut melanjutkan pembangunan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 2025. Saat itu, Pemprov membangun 12 unit sekolah baru dengan anggaran Rp102,6 miliar. “Pembangunan unit sekolah baru diarahkan untuk menutup wilayah blank spot pendidikan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pemerataan akses serta menekan angka putus sekolah di Jabar,” u
















