TERASJABAR.ID – Kasus ibu muda Nina Saliha yang kecewa atas pelayanan perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, yang nyaris membuatnya kehilangan bayinya, mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi V DPRD Jabar, H. Yomanius Untung, S.Pd.,M.M.
“Untuk rumah sakit sekelas RSHS yang menjadi rujukan berbagai rumah sakit lainnya, ini tentu cukup mengherankan. Tapi kesalahan atau kecerobohan bisa terjadi kepada siapapun. Ini harus jadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama RSHS, agar membenahi tatacara pemberian bayi, agar tak pernah lagi ada kasus memberikan bayi bukan kepada orangtua atau keluarganya,” jelas H. Untung, kepada media di Majalengka, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, berbagai kasus tertukarnya bayi ataupun yang belakangan terjadi pada Nina Saliha, tak akan mungkin terjadi jika SOP (standar operasi dan prosedur) dilakukan secara ketat. “Perawat sebagai ujung tombak pelayanan jelas harus menjadi garda terdepan yang memahami soal SOP ini dan mematuhinya tanpa reserve,” kata politisi Partai Golkar asal dapil Sumedang-Majalengka-Subang ini.
Terkait dengan somasi yang dilayangkan Nina terhadap RSHS, Untung menyebut bahwa itu adalah haknya sebagai pihak yang dirugikan. “Namun harus dipahami bahwa bayinya telah kembali ke pelukannya. Perawat yang melakukan kesalahan pun telah dinonaktifkan. Jadi sebenarnya Bu Nina tak mengalami kerugian apapun. Sekarang yang paling penting adalah bagaimanaca caranya RSHS berbenah agar kejadian yang sama tak pernah terulang,” tandas H. Untung.*















