TERASJABAR.ID – Di tengah belum pastinya kelanjutan proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) sepanjang 206,65 kilometer, Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan kunjungan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta pada 14 April 2026.
Pertemuan tersebut menitikberatkan pada pembahasan nasib proyek tol yang akan melintasi 17 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung, dengan target awal beroperasi pada 2029.
Hingga kini, proyek tol pertama di kawasan Priangan Timur itu masih menghadapi ketidakjelasan. Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa minat investor terhadap proyek tersebut masih sangat rendah.
Padahal sebelumnya, pemerintah menargetkan proses lelang dan pembangunan dapat dimulai tahun ini demi mengejar jadwal operasional.
Namun, rencana tersebut mengalami perubahan. Lelang proyek kini dijadwalkan ulang menjadi tahun 2027 karena masih dalam tahap evaluasi dan perhitungan ulang.
Situasi ini berpotensi membuat proyek kembali tertunda.
Sebelumnya, dua konsorsium yang sempat mendaftar pada 2024 juga gagal memenuhi syarat, sehingga proses lelang tidak dapat dilanjutkan.
Rendahnya proyeksi volume lalu lintas menjadi salah satu faktor yang membuat investor kurang tertarik.
Selain membahas kelanjutan Tol Getaci, Dadang juga mengangkat percepatan pembangunan exit tol di KM 154 sebagai agenda penting.
Akses ini diharapkan mampu mengurai kemacetan dan memperlancar arus logistik di wilayah Bandung Timur.
Exit tol tersebut dirancang terhubung dengan kawasan strategis Tegalluar guna meningkatkan mobilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam pertemuan itu juga dibahas peluang kerja sama pembiayaan dengan investor untuk mengatasi keterbatasan anggaran.
Dadang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar proyek strategis ini dapat terealisasi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.-***
















