TERASJABAR.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kualitas sumber daya manusia (SDM) penerbang TNI Angkatan Laut.
Sebagai negara maritim, Indonesia dinilai membutuhkan kekuatan udara laut yang andal, termasuk kesiapan para penerbang.
Dalam kunjungan kerja ke Pusat Penerbangan Angkatan Laut di Sidoarjo, Jawa Timur, ia mengungkapkan masih adanya tantangan di kedua aspek tersebut.
Dari sekitar 40 alutsista yang tersedia, tidak semuanya dalam kondisi siap terbang.
Sementara itu, jumlah penerbang mencapai lebih dari 350 orang yang membutuhkan dukungan sarana untuk mengoptimalkan kemampuan mereka.
Desy menegaskan bahwa ketidakseimbangan antara alutsista dan SDM harus dihindari.
Ia mengingatkan agar kemampuan penerbang yang sudah baik tidak terhambat oleh keterbatasan alat.
Sebaliknya, pembaruan alutsista juga harus diiringi peningkatan kompetensi personel melalui pelatihan dan pengembangan berkelanjutan.
“Jangan sampai SDM-nya sudah siap, tapi alatnya tidak tersedia. Atau sebaliknya, alutsista sudah diperbarui, tetapi tidak diikuti dengan upgrading dan upskilling para penerbangnya,” jelasnya, sebagaimana ditulis Parlementaria pada Kamis, 16 April 2026.
Selain itu, Desy juga menyoroti pentingnya dukungan sarana prasarana serta kepastian anggaran yang berkelanjutan.
Menurutnya, perencanaan anggaran harus jelas dan konsisten setiap tahun agar penguatan pertahanan dapat berjalan optimal.
Melalui kunjungan tersebut, Komisi I DPR RI berharap adanya perhatian lebih terhadap peningkatan kapasitas penerbang dan kesiapan alutsista di Puspenerbal, guna memperkuat pertahanan serta menjaga kedaulatan wilayah udara laut Indonesia.-***












