TERASJABAR.ID – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan konflik bersenjata, melainkan lebih mengedepankan dialog dan kerja sama internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
Dalam keterangannya yang dikutip oleh kantor berita resmi pemerintah, ia menekankan bahwa Iran selalu membuka diri terhadap komunikasi yang konstruktif dengan berbagai negara.
Menurutnya, pendekatan dialog merupakan jalan terbaik untuk menciptakan stabilitas dan menjaga perdamaian kawasan.
Namun demikian, Pezeshkian juga mengingatkan bahwa segala bentuk tekanan atau upaya memaksakan kehendak terhadap Iran tidak akan berhasil.
Ia menegaskan bahwa rakyat Iran memiliki prinsip dan kedaulatan yang tidak dapat diganggu gugat oleh pihak luar.
Setiap bentuk paksaan, apalagi yang bertujuan untuk membuat Iran menyerah, dinilai justru akan memperkeruh situasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Iran akan tetap berdiri teguh dalam mempertahankan kepentingan nasionalnya.
Meski mengedepankan dialog, negara tersebut tidak akan tunduk pada tekanan yang dianggap merugikan.
Sikap ini mencerminkan komitmen Iran untuk menjaga kedaulatan sekaligus tetap membuka ruang diplomasi demi terciptanya hubungan internasional yang lebih stabil dan saling menghormati.-***
















