TERASJABAR.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik ke Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk berdialog dengan petani bawang putih dan pemerintah daerah terkait pengembangan komoditas tersebut sebagai bagian dari target swasembada pangan nasional.
Dalam pertemuan itu, Rahmat menegaskan bahwa seluruh aspirasi dan data yang disampaikan petani akan dicatat dan diperjuangkan bersama pemerintah.
Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat sektor pangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan bahwa bawang putih masih menjadi komoditas yang sangat bergantung pada impor.
Produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 10–15 persen kebutuhan nasional, atau sekitar 40 ribu ton dari total kebutuhan 700 ribu ton per tahun. Kondisi ini dinilai berisiko di tengah ketidakpastian global.
Menurut Rahmat, peningkatan produksi harus dimulai dari sektor hulu, terutama penyediaan bibit unggul, sistem distribusi yang efisien, serta dukungan kelembagaan yang kuat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan.
Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih pada 2029, dengan kebutuhan tambahan produksi sekitar 660 ribu ton.
Namun, keterbatasan lahan masih menjadi kendala, dari kebutuhan 100 ribu hektare, baru sekitar 2.500 hektare yang mendapat subsidi.
Komisi IV berkomitmen mendukung petani melalui infrastruktur, pupuk, dan kepastian harga guna meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan pangan nasional.-***
















